ProMaluku, cahaya-nusantara.com

Kepala Bidang Parawisata Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku, Darwin Lawalata mengatakan dua siswa SMA pemenang juara pertama masing-masing pada mata lomba olahraga tradisional Egrang dan mata lomba olahraga tradisional  Egrang  batok yang digelar dalam pekan Kebudayaan provinsi Maluku tahun 2020 bakal menjadi duta Pekan Kebudayaan provinsi Maluku untuk tampil pada efent nasional yakni Pekan Kebudayaan Nasional di Jakarta pada awal Oktober mendatang.

Demikian antara lain penegasan Lawalata kepada wartawan di Ambon, Rabu, 09/09/2020, usai menggelar pembukaan kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah tahun 2020.

Dikatakan, Pekan Kebudayaan Daerah tahun 2020 merupakan salah satu kegiatan kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang baru pertama kali digelar di seluruh provinsi di Indonesia.

Menurutnya setiap pekan kebudayaan daerah yang dilaksanakan di masing-masing daerah ketika pada saatnya peserta yang mendapatkan juara 1 akan memgikuti pekan kebudayaan nasional  yang akan berlangsung di Jakarta.

Kepada wartawan Lawalata memgatakan sesuai petunjuk teknis yang diturunkan dari Jakarta sebetulnya ada 4 jenis di daerah yang memiliki olahraga tradisional namun untuk provinsi Maluku pihaknya menetapkan hanya 2 jenis yakni olahraga tradisional Egrang dan Egrang Batok.

Menurutnya secara keseluruhan sebetulnya sesuai amanat UU No. 5, pasal 5 itu terdapat 10 objek kemajuan kebudayaan  dan salah satu di antaranya adalah olahraga tradisional  yang dilaksanakan pada pekan olahraga tradisional yang diselenggarakan pada pekan kebudayaan daerah Maluku tahun 2020 ini.

Kepada wartawan Lawalata menjelaskan selain kegiatan pekan kebudayaan tahun 2020 yang dihelat oleh dinas Pendidikan dan kebudayaan provinsi Maluku pada tanggal 9 dan 10 September 2020, Taman Budaya Maluku dan Museum Siwalima Ambon juga menggelar Pekan Kebudayaan Tahun 2020 dengan materinya masing-masing dimana untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di tahun ini hanya menggelar olahraga tradisional.

Ia menjelaskan karena terkendala dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih merebak di Indonesia termasuk di Maluku sehingga  sejak awal diharapkan seluruh kabupaten kota di Maluku selaku peserta akan tetapi karena Covid 19 menyebabkan yang mendaftar dan mengikuti dari Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat dan kota Ambon.

Oleh sebab itu Lawalata berharap di tahun-tahun depan seluruh kabupaten kota dapat berlibat .

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Ridwan Samat kepada wartawan menjelaskan karena terkendala kondisi Pandemi Covid-19 dan keterbatasan anggaran  sehingga seyogyanya digelar 4 mata lomba aKan tetapi hanya dua mata lomba saja yang digelar.

Ia menambahkan sistim  penilaian dipakai adalah menghitung atau mencatat perolehan waktu tercepat yang diraih oleh peserta lomba.

Disebutkan dari peserta yang keluar sebagai juara dari 2 mata lomba akan diikutsertakan dalam Pelan Kebudayaan Nasional di Jakarta pada Oktober mendatang.(CN-01)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *