ProMaluku,Cahaya-nusantara.com

Bagaimana kondisi pertahanan orang Maluku di tengah Pandemi Covid-19 kembali menjadi sorotan dari Balai Pelestarian Nilai Budaya ( BPNB) Maluku yang menjadi alasan digelarnya “Gelar Wicara PBNB Maluku Tahun 2020” secara virtual dari kantor BPNB, Senin, 24/08/2020. Demikian antara lain penegasan Kepala BPNB Maluku  Drs. Rusly Manorek kepada wartawan di Ambon usai menggelar “Gelar Wicara BPNB Provinsi Maluku yang disiarkan secara virtual melalui YouTube BPNB provinsi Maluku.

Dikatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah selain menggali nilai-nilai kearifan lokal kekuatan menjadi baik untuk orang Maluku dalam pertahanan ini juga sebenarnya merupakan penyampaian kepada masyarakat Maluku tentang bagaimana harus menjaga kondisi saat ini.
Di samping bagaimana memberlakukan nilai budaya yang diaplikasikan dalam kondisi Pandemi ini. 

Sehingga diharapkan jika masyarakat telah memahaminya maka akan terhindar dari apa yang dikuknya menurut Kepala BPNB lewat virtual itu dirinya juga telah menyampaikan kepada masyarakat tentang pesan leluhur di negeri ini yang merupakan sebuah edukasi tentang kebiasaan cuci negeri yang juga mengandung arti pembersihan diri terutama adanya tradisi dimana memasuki satu kampung harus terlebih dulu membersihkan diri dimana menurut Manorek tradisi ini sudah sangat baik dan tepat untuk dilaksanakan dan diaplikasikan dalam kondisi pandemi ini.

Lebih jauh Kepala Balai BPNB mengatakan saat ini bersama-sama dengan pemerintah dan juga para stakeholder lain terutama yang berkaitan dengan Seni Budaya memadukan tradisi budaya yang telah berkembang di masyarakat Maluku dan dengan mencermati kondisi saat ini maka diperlukan adanya perubahan sosial terhadap sikap dan perilaku masyarakat. 

Dimana masyarakat harus memiliki kesadaran bersama bahwa pandemi ini harus dihadapi dan menyesuaikan diri dengan perilaku-perilaku yang baru yakni tetap memperhatikan protokol kesehatan dan juga apa yang dilakukan oleh pemerintah dengan perilaku saling menghargai dan sebagainya, meskipun disadari bahwa apa yang dilakukan pemerintah itu memunculkan adanya kritikan-kritikan dari pihak-pihak yang mungkin merasa tidak puas, kata Manorek. 

Di sisi lain menurutnya BPNB melihat dari sudut Kebudayaan sehingga masyarakat dimintai kesadaran dan saling menghargai satu sama lain, dan menghargai pemerintah untuk menjaga kesehatan.

Menurutnya jika hal ini dilaksanakan dan sekurang-kurangnya jika sudah ada dalam pikiran masyarakat maka dengan sendirinya sudah berjalan dimana tanpa lagi ada nasehat atau tanpa adanya aturan yang kuat dari pemerintah, masyarakat sudah bisa dapat melakukannya. Atau dengan kata lain masyarakat sudah bisa mencegah dengan kearifan lokal yang ada.(CN-04)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *