ProMaluku, cahaya-nusantara.com

Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Maluku, Drs. Rusly Manorek mengatakan festival Musik Tradisional yang digelar Selasa 18 Agustus 2020 dalam rangka memeriahkan 17 Agustus 2020 dimaksudkan sebagai ruang yang perlu disiapkan oleh pihak BPNB Maluku bagi para seniman budaya atau sanggar-sanggar Budaya  agar tetap berkarya di tengah-tengah masa pandemi Covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan

Demikian antara lain penegasan Manorek kepada wartawan di kantor BPNB Maluku di sela-sela kesibukan menyaksikan pegelaran Musik Tradisional dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-75.

Dikatakan selain sebagai ruang yang dikuotakan bagi para seniman budaya di kota Ambon pagelaran Seni itu juga merupakan kesempatan menumbuhkan semangat juang kemerdekaan bagi para seniman serta para pemuda Maluku.Hal ini dimaksudkan agar di tengah-tengah kondisi pandemi ini ada semangat dari para pemuda untuk mengisi kemerdekaan  dan merupakan bentuk dorongan dan motivasi dari BPNB Maluku kepada mereka untuk terus berkarya.di dunia musik, apalagi kota Ambon yang saat ini berstatus kota musik dunia versi Unesco. ini mengisyaratkan agar para seniman musik dan seniman budaya terus berkarya dan menghasilkan karya-karyanya guna mendukung identitas kota musik dunia. Terutama para  musisi diminta untuk tetap mengembangkan musik tradisional Maluku.


Menurutnya kegiatan festival musik tradisional yang diselenggarakannya didukung sepenuhnya juga oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku. Dengan demikian kegiatan yang digelar di BPNB Maluku yang juga secara daring disiarkan melalui You Tube BPNB Maluku serta disiapkan secara langsung juga melalui TVRI ini dimaksudkan pula untuk mengantisipasi dan menyongsong pelaksanaan Pekan Kebudayaan Daerah yang bakal digelar pada tanggal 24 s/d 29 Agustus oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku.

Khusus untuk Pekan Kebudayaan Daerah, kata Manorek, pihak Dikbud selaku penyelenggara telah mempersiapkan berbagai acaranya dan pihaknya dari BPNB akan mendukung.

Ditanya soal kegiatan pagelaran musik tradisional yang juga sering dilaksanakan oleh Taman Budaya provinsi Maluku, Manorek mengatakan sepertinya tidak ada tumpangtindih sebaliknya itu merupakan sebuah sinergitas dalam hal bagaimana mengembangkan musik tradisional di Maluku. Oleh sebab itu Taman Budaya Provinsi Maluku sendiri juga merupakan salah satu wadah untuk melestarikan budaya tradisional Maluku sesuai tugas dan fungsi yang diemban oleh Taman Budaya provinsi Maluku.

Sementara itu dari laporan kegiatan festival Musik tradisional yang digelar tahun ini terdapat 20 sanggar yang ikut meramaikan panggung aula BPNB Maluku.(CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *