ProMaluku, cahaya-nusantara.com

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, Hi. Jamaludin Bugis, S.Ag mengatakan sebagai Kakanwil salah satu  misi besarnya adalah membangun  keharmonisan, kerukunan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Maluku. Dan untuk mewujudkan misi tersebut dirinya bertolak dari membangun relasi dengan Pimpinan lembaga keagamaan dan seluruh organisasi dan majelis dari komunitas yang ada di provinsi Maluku.

Demikian antara lain penegasan Kanwil Kemenag Provinsi Maluku kepada wartawan di ruang kerjanya Selasa, 28/07/2020.

Dikatakan, alhamdulilah, Senin, 27/07/2020 dirinya melakukan kontak langsung melalui virtual  untuk menyapa ibu-ibu majelis gereja (Perempuan Gereja) baik dari gereja Protestan .maupun Katolik (WKRI)  dan Majelis Taklim di Maluku Tenggara.

Menurutnya dengan adanya kegiatan ini Ia berharap Kemenag membangun relasi, komunikasi dan kerjasama ini penting mengingat tugas dan salah satu  visi kemenag adalah mewujudkan masyarakat  Maluku yang beriman, bertaqwa. Oleh karena itu untuk kegiatan pembinaan majelis itu penting sekali untuk dibangun ke depan.

Menurutnya kegiatan itu mendapat respon positif dari para ibu di Maluku Tenggara karena selama ini pembinaan serupa dilakukan secara terpisah akan tetapi pada kegiatan dua hari lalu para ibu baik protestan,Katolik maupun muslim digabungkan menjadi satu.

Menurutnya penggabungan ini dimaksudkan untuk membangun hubungan komunikasi dan juga menciptakan kerukunan antar sesama. “Karena saya berpikir bahwa mau wujudkan sebuah kerukunan ini cukup berat karena wilayah kita juga terdiri dari wilayah kepulauan yang mana butuh komunikasi koordinasi dan kerjasama namun karena kita berhadapan dengan Covid-19 maka sarana yang digunakan melalui zhoom atau virtual”ujarnya.

Selanjutnya menurut Kanwil Bugis, tujuan akhir dari kegiatan ini adalah untuk memupuk kesatuan dan persatuan kemudian meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap program-program pemerintah terkait dengan membangun kerukunan dan kedamaian antar sesama.
Disebutkan sangat positif sekali ketika ibu ibu majelis taklim dan ibu-ibu majelis gereja baik dari protestan maupun katolik duduk bersama, menyapa bersama itu nerupakan hal yang sangat positif, sekaligus membangun persaudaraan sebut Kakanwil sambil menambahkan apalagi di wilayah Kei yang menjunjung tinggi falsafah “Ain ni Ain” musti dikembangkan terus.

Menariknya di kesempatan itu, dirinya mengingatkan kaum ibu dari Kei ini untuk tetap membudayakan istilah “Sinib” yang ada di Kei yang mengandung arti pesan-pesan moral orang tua atau leluhur terkait dengan masalah keimanan, masalah etika akhlak terutama relasi antara yang satu dengan yang lain di wilayah Kei di mana sangat kental dengan praktik hidup saling memiliki.atau “ain ni ain”. Persaudaraan yang dibangun oleh leluhur atau moyang-moyang itu perlu harus dilestarikan.

Ia berharap semoga dengan nilai kebersamaan yang dibangun oleh kaum perempuan ini insyaallah menjadi cikal bakal menjadi sebuah percontohan untuk bisa memberikan pelajaran pada kehidupan masyarakat maluku tenggara bahwa inilah maluku tenggara dengan penuh dengan toleransi dan kerukunan yang di bingkai dengan falsafah “Ain ni Ain”. (CN-01)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *