Kota Ambon, cahaya-nusantara.com
Gereja ini memiliki 3 pilar utama yang menjadi tumpuan pembangunan jemaat yakni umat, pelayan dan kelembagaan. Ketiga pilar ini tidak terpisah satu dari yang lain. Tetapi ketiganya menyatu dan memiliki hubungan saling berkaitan. Artinya, persoalan keumatan selalu akan berkaitan dengan persoalan pelayan dan kelembagaan. Dengan begitu pemberdayaan umat akan berjalan dengan baik jika penguatan pelayan dan kelembagaan juga diperkuat secara simultan dan berkelanjutan.
Demikian penegasan Ketua MPK Klasis P. Ambon Timur Buce Tetelepta S.Th dalam sambutannya saat membuka pelaksanaan persidangan 3 Jemaat GPM Passo Utara di gedung gereja Kasih Karunia Jemaat GPM Passo Utara, Minggu, 01/03/2020.
Dikatakan hampir semua persoalan yang terjadi di tengah jemaat berkorelasi dengan kondisi-kondisi yang terjadi pada pilar pelayanan dan kelembagaan. Misalnya, jika ada warga jemaat yang tidak melaksanakan Binakel bersama keluarganya, maka persoalan itu tidak berdiri sendiri sebagai persoalan umat.
Tetapi persoalan itu terjadi sebagai akibat dari pendampingan pelayan dan perencanaan kelembagaan gereja yang belum terlalu maksimal. Begitu pula jika pelayanan seorang pelayan kurang maksimal, cara berkhotbahnya kurang menarik, pendampingan pastoralnya kurang maksimal, pilihan lagu dalam ibadah kurang variatif dan monoton, maka hal itu dapat terjadi antara lain karena perencanaan kelembagaan jemaat untuk pengembangan kapasitas pelayan tidak disusun dan dilaksanakan secara baik. Jadi peran pelayan dan kelembagaan sangat penting artinya bagi upaya pengembangan kehidupan bergereja.
Dengan kata lain, persidangan jemaat harus senantiasa membangun cara berpikir yang komprehensif dalam memahami satu persoalan jemaat yang sementara terjadi, Jangan kita berpikir dikotomis dengan mempertentangkan ketiga pilar itu satu dengan yang lain. Dengan kata lain, pelayan dan kelembagaan harus selalu benahi supaya dengan begitu kualitas pelayanan semakin baik ke depan. Dalam konteks itu, persidangan jemaat adalah sarana untuk memperbaiki kualitas kelembagaan agar mampu melahirkan program dan kegiatan terarah, terukur dan berdampak langsung terhadap perubahan kualitas pelayan dan umat.
Di kesempatann itu juga Tetelepta menekankan beberapa hal penting diantaranya menurut Tetelepta hal yang cukup mendasar dari gereja adalah soal persekutuan menurutnya seluruh arah kehidupan bergereja adalah untuk memperkuat kualitas persekutuan yang semakin baik.
Selain itu Tetalepta juga menekankan agar di dalam persidangan supaya jemaat memberikan perhatian kepada soal pelayanan pemuda yang dilaksanakan oleh AMGPM cabang dan ranting. Hal ini ditegaskan Tetelepta mengingat ada temuan dari Majelis Pekerja Klasis bahwa masih ada sektor tertentu yang masih bergabung jadi satu ranting, begitu pula beberapa jemaat masih bergabung menjadi satu cabang dimana hal itu turut melemahkan pembinaan terhadap kaum muda, padahal disisi lain telah ada AD/ART yang menegaskan tentangnya.
Tetelepta juga mengingatkan peserta persidangan soal tahun 2020 yang menjadi tahun terakhir pelaksanaan Renstra Jemaat 2016-2020 sekaligus tahun persiapan untuk penyusunan Renstra 2021-2025 yang nantinya akan ditetapkan dalam sidang Jemaat tahun 2021. Bahkan menurut Tetelepta tahun ini juga nerupakan tahun pertama pelayanan Majelis Jemaat dan perangkat pelayan masa bakti 2020-2025 sehingga pihaknya berharap agar program-program penguatan kapasitas pelayan agar diperhatikan.
Dan sebelum menabuh tiva pertanda dibukanya secara resmi persidangan ke-3 Jemaat GPM Passo Utara, Tetelepta mengucapkan terimakasih kepada Majelis Jemaat dan perangkat Pelayan masa bhakti 2015-2020.
Sementara itu Ketua Majelis Jemaat Passo Utara, Pdt. Zeth Leasa dalam.sambutannya antara lain menyampaikan tentang berbagai kesulitan dan tantangan melakukan pelayanan selama masa tugasnya dan yang paling menantang adalah peristiwa gempa yang melanda jemaatnya yang menyebabkan ada jemaat yang meninggal bahkan ada pula yang mengalami kerusakan rumah-rumah mereka.
Sedangkan ketua panitia Persidangan 3, Matheos Tanamal, SH dalam laporannya mengatakan tujuan dari pelaksanaan Persidangan Jemaat GPM Passo Utara tahun 2020 adalah untuk mengevaluasi program-program pelayanan hasil ketetapan sidang ke 2 jemaat tahun 2019 yang dilaksanakan pada jenjang pelayanan di jemaat serta menggumuli secara
bersama-sama program dan tugas panggilan Gereja dan umat tahun 2020.
Disebutkan pelaksanaan sidang ke 3 tahun 2020 berlangsung di bawah sorotan thema
– Allah kehidupan tuntunlah kami untuk membela dan merawat kehidupan. Sedangkan sub themanya adakah Bersama-sama meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan alam semesta sebagai panggilan iman menghadapi Tantangan Zaman dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sedangkan jumlah peserta sidang ke-3 tahun 2020 sebanyak 107 orang.(CN-01)

