Ambon, cahaya-nusantara.com


Menyusul pembentukan Struktur Saniri Negeri Urimessing beberapa  waktu belakangan ini yang diprakarsai oleh Saudara Johanis Tisera alias Buke yang diduga lebih merupakan sebuah konspirasi untuk mempertahankan berbagai kejahatan yang dilakukan oleh almarhum Bapaknya serta yang sedang dilakukan oleh dirinya saat ini. Oleh sebab itu Pemerintah Kota Ambon serta warga masyarakat Urimessing diminta untuk jeli melihat sepak terjang yang dilakukan oleh Tisera terutama dalam hal memprofokasi dan menghimpun sejumlah saniri Negeri Urimessing guna melakukan pemilihan ulang Pegurus Saniri Negeri Urimessing dan membatalkan struktur kepengurusan yang telah dibentuk sebelumnya dengan ketuanya adalah Charles Salakay.

Menyikapi adanya tindakan arogansi yang bernuansa kepentingan pribadi seorang Buke Tisera ini, Evans Reynold Alfons yang berasal dari Soa Sima yang secara administrasi pemerintahan adalah warga Batu Gajah namun secara adat berdiam di dusun Dati  Talaga Raja yang merupakan bagian dari petuanan negeri Urimessing ini mengatakan kalau terkait dengan pemilihan Saniri Negeri Urimessing sebelumnya(kalau tidak salah bulan Februari 2019)  itu telah menetapkan bahwa Ketua Saniri adalah Charles Salakay, Wakilnya Jhon Andries dan Sekretarisnya adalah Daniel Samaleleway, dan menurut Alfons sebenarnya kepengurusan itu sudah jelas dimana bagi pengurus yang sekarang dipimpin oleh Charles bertentangan dengan pengurus yang dibentuk oleh Tisera karena mereka menganggap mereka yang sah.


Di sisi lain Saniri bentukan Buke Tisera melawan dengan berbagai alasan sampai akhirnya dilakukan pemilihan baru beberapa minggu yang lalu dimana Yohanis Tisera atau Buke terpilih sebagai ketua, namun beberapa dari saniri negeri pimpinan Charles tidak setuju dengan rapat dan pemilihan yang menghasilkan terpilihnya Tisera itu bahkan mereka tidak mau menandatangani daftar hadir maupun berita acara pemilihan tersebut termasuk Charles yang sampai saat ini masih menjabat ketua terpilih pada bulan Februari lalu itu.


Menurut Alfons dengan tidak maunya Ketua Saniri terpilih bulan Februari dan beberapa anggota saniri lainnya untuk menandatangani berkas apapun menyangkut pemilihan yang memunculkan Tisera sebagai ketua saniri maka nampaknya ada masalah sehingga masyarakat diminta untuk jeli, demikian halnya dengan pemerintah kota Ambon yang diminta agar jangan melakukan intervensi terhadap persoalan Saniri Negeri Urimessing ini mengingat Saniri yabg dipimpin Charles ini telah mendapatkan legitimasi dengan pelantikan yang telah dilakukan oleh Walikota Ambon di Lamer beberapa waktu lalu..
Hal ini menurut Alfons didasarkan atas dugaannya bahwa ada sebuah konspirasi jelek yang dilakukan Yohanis Tisera.


Menurut pewaris 20 dusun Dati di negeri Urimessing ini lepas dari konspirasi yang dilakukan oleh Yohanis Tisera, tetapi menurutnya terserah saja apakah dia (Buke) mau jadi Saniri atau Ketua Saniri atau mau jadi raja sekalipun terserah dia asal dia bisa mempertanggungjawabkan apa yang dia miliki saat ini. Apakah benar kepemilikannya itu murni ? Penyerahan dari Saniri Negeri yang di zaman Bapanya ? Apakah kepemilikan dia itu murni bukan karena  perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh orangtuanya?
Selanjutnya Alfons mengatakan ayah dari Yohanis Tisera itu mantan raja Urimessing yang dikaryakan oleh Walikota Manuputry sebagai raja di Urimessing saat itu.


Oleh sebab itu Alfons mengatakan bagi dirinya ayah Buke itu bukan raja melainkan penjabat karena ayahnya itu menggunakan NIP. Karena pada dasarnya saat itu yang bisa menggunakan NIP itu adalah pejabat yang ditempatkan oleh pemerintah di desa. Karena tidak ada raja adat atau raja defenitif di masa kerjanya menggunakan NIP, kata Alfons.


Alfons kemudian juga mengajukan pertanyaan tentang opini yang dibangun oleh Tisera yang kabarnya mau menjadi ketua  Saniri Negeri untuk memperjuangkan hak-hak negeri. Oleh sebab iru patut dipertanyakan hak-hak negeri yang mana? Alfons kemudian mengingatkan Tisera jika Tanah Dati yang dipegang atau dimiliki Alfons pegang adalah Dati yang sudah diserahkan semenjak tahun 1915 dimana Bapaknya Buke mungkin belum lahir.


Kemudian oleh Raja Negeri Urimessing memberikan petunjuk kepada Residen Van Amboina atas permohonan dari Josias Alfons baru dikeluarkan register Dati sebagai bukti kepemilikan.” bukan seenaknya kita merampok hak Negeri” Ujar Alfons.(CN-03)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *