Ambon, cahaya-nusantara.com
Perayaan Imlek Di indonesia dan Juga di Maluku, sudah menjadi Tradisi masyarakat Tionghoa, dan biasanya dirayakan dengan meriah, sebagai bagian dari warisan budaya leluhur, yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur Maluku dalam sambutan tertulis nya yang di bacakan oleh Staf alhi Setda Maluku Roni Tairas pada acara peryaan malam Imlek Senin,5-2 di gedung Budha Center Gunung Nona Ambon. Menurut Gubernur hal ini sangat penting karena esensi dasar dari perayaan tahun baru Imlek sesunggnya merupakan wujud kesadaran untuk mengucap syukur dan berterimakasih kepada Sang pencipta dan Sang pemberi hidup, yang telah memberikan kehidupan kepada manusia, serta menjadi wadah untuk bersilaturami dan berkumpul bersama Keluarga.
Gubernur mengatakan peryaaan Imlek memiliki makna filosofi yang dalam, serta selaras dengan dinamika dan tradisi umum yang berlaku dalam kehidupan masyarakat indonesia. Perayaan Imlek yang ditandai dengan kegiatan, baik ithu peribadatan dan Persembahyangan, menjadi bukti pengakuan masyarakat Tionghoa terhadap keberadaan dan kekuasaan Tuhan yang Maha Kuasa, yang mengatur hidup manusia. Hal ini tidak berbeda dengan kepercayaan masyarakat indonesia yang menjujung tinggi keberadaan Tuhan yang Maha Kuasa dalam kehidupan nya. Selain itu, perayaan imlek juga di tandai dengan berbagai kegiatan bernilai sosial seperti pembagian angpau kepada sesama warga Tionghoa maupun warga masyarakat lainya. Sehingga memungkinkan warga Tionghoa untuk melakukan silaturami dan berbagi dengan sesama, tanpa memandang etnis, suku, agama, rasa dan golongan(CN-02)

