Ambon,
cahaya-nusantara.co.id
Bertempat di Golden Palace Ambon,
Selasa, 5/12 Bidang  Bimas Islam  Kanwil Kemenag Provinsi Maluku menggelar
Kegiatan Dialog Kerukunan Intern umat Bergama Islam sekaligus kegiatan
pembinaan  sistem informasi
manajemen  Nikah ( SIMKAH) yang
pembukaannya dilakukan oleh Kepala Bidang Bimas Islam. Firdaus Kaisupi  mewakili Kakanwil Kemenag  provinsi Maluku yang sementara menjalankan tugas
di luar daerah.
Kakanwil Kemenag, Fesal Musaad, S.Pd.
M.Pd dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kabid  Bimas Islam antara lain mengatakan Kegiatan
dialog Intern umat beragama bertujuan tokoh lembaga keagamaan dapat meningkatkan
kompetensi wawasannya seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan  teknologi dewasa ini.
Menurutnya agama tidak harus
dimaknai  secara sempit yang dapat
menimbulkan  firkah-firkah atau
kelompok-kelompok yang mengkotak-kotakan masyarakat sehingga dapat merisaukan
bahkan  menimbulkan perpecahan umat Maka
para tokoh agama, para penghulu sudah harus memiliki pengetahuan yang luas,
universal yang bahwa ajaran agama Islam itu membawa rahmat bagi seluruh seluruh
alam, bagi semua orang. Itulah konsep yang dibawa oleh Nabi  Nabi Muhamad SAW.
Selanjutnya menurut Kakanwil agama
mempunyai kedudukan yang sangat strategis. Utamanya sebagai landasan spiritual,
moral dan etika dalam pembangunan nasional. Untuk itu para penghulu dan tokoh
agama dapat menjaga netralitas, ketenteraman 
dan kerukunan di tengah-tengah masyarakat, kerukunan intern umat
beragama, antar umat beragama dan antara umat beragama  dengan pemerintah. Apalagi dalam memasuki
tahun-tahun politik ini diharapkan para tokoh agama dan tokoh masyarakat harus
bersikap netral.
Menurut Kakanwil ada hal penting nyang
harus disukseskan bersama sesuai dengan kebijakan pembangunan nasional di
bidang agama yakni terciptanya manusia Indonesia yang berakhlak mulia, berbudi
pekerti luhur, beriman dan bertakwa kepada 
Allah Subhana WataAllah supaya dapat menghindarkan masyarakat dari
tindakan  radikalisme, terorisme,
pornografi,  pornoasih.
Sementara itu khusus untuk kegiatan
sistem pembinaan manajemen Nikah atau SIMKAH yang menurut Kakanwil merupakan
program aplikasi komputer berbasis Window yang berguna untuk  mengumpulkan data-data nikah dari seluruh
kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh wilayah yang bisa diakses secara Online
Menurutnya data tersebut akan
tersimpan   dengan aman dan
tertanggungjawab di mana hal ini akan memudahkan warga dan semua yang
berkepentingan untuk mendapatkan data nikah baik di KUA  Kecamatan, Kabupaten Kota maupun  di propinsi bahkan di tingkat pusat. (Ditjen
Bimas Islam)
Disebutkan dua kegiatan ini dibuka
secara bersamaan akan tetapi pelaksanaannya terpisah mengingat materinya tidak
sama, di mana kegiatan dialog berlangsung satu hari sedangkan kegiatan SIMKAH
berlangsung 3 hari.

Sementara itu Ketua panitia pelaksana
kedua kegiatan dalam laporannya mengatakan tujuan dari pelaksanaan kegiatan
antara lain. Pertama membangun sistem informasi manajemen nikah berbasis  teknologi pada KUA Kecamatan . Dua, penyajian
data yang cepat dan akurat serta mempermudah pelayanan nikah, pengendalian dan
pengawasannya. Tiga meningkatkan wawasan para tokoh agama  agar dapat meme memenace konflik yang terjadi
di tengah-tengah masyarakat di samping menghimpun saran dan pendapat dari para
tokoh agama terkait dokumen umat beragama.(CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *