AMBON, cahaya-nusantara.com 

Konser amal keempat yang diselenggarakan oleh Ansambel Musik Benteng bersama Bung Steve kembali digelar dengan sukses. Konser ini mengusung misi kemanusiaan dan sosial yang tidak hanya menghibur, tetapi juga berperan penting dalam membangun dinamika komunitas di Kota Ambon. Misi ini sejalan dengan visi kota yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

Konser Amal tersebut di hadiri oleh Pamong Budaya  Ahli muda pada balai pelestarian budaya XX Mewakili kepala Balai Eklevina Eirumkuy,S.S,.M.Si sekaligus membuka konser di tandai pemukulan Tifa. Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan  Kesejahteraan Rakyat Ronald H.Lekransy,ST.,M.Si mewakili PJ.Walikota Ambon,Wakil Sekum  MPH Sinode GPM Pdt.Dr.Rudolf Rahabeat,M Hum mewakili ketua Sinode GPM,Bimas Polda Maluku Kompol Hendrik A.Rumsory,S.Sos Mewakili Kapolda Maluku,serta Masyarakat Kamariang  dan di meriahkan oleh Artis artis seperti Putri Pasanea,Marvei,Jopie Pariama,dan sangar Ansambel musik Benteng. Bertempat di baileo, Jumat 9/8/2024 oikumene, pukul 20:00 sampai selesai.

Staf Ahli bidang Ekonomi ,pembangunan dan kesejahteraan Rakyat Ronald  H.Lekransy,ST.,M.Si mewakili PJ Walikota Ambon, dalam sambutannya antara lain menekankan pentingnya mengintegrasikan agenda agenda pembangunan kota sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan dalam rencana pembangunan daerah. Salah satu prioritas utama adalah pengembangan manusia yang “Manis” – sebuah konsep yang melibatkan pembangunan karakter, etika, dan sikap, bukan hanya sekedar peningkatan intelektual dan kemampuan akademis.

“Rencana pembangunan jangka menengah kami telah mengarahkan Ambon menuju konsep pembangunan manusia yang Manis, demokratis, mandiri, dan berkelanjutan. Konsep ini bukan hanya tentang visi, tetapi tentang pembentukan karakter sumber daya manusia di kota ini,” ujar Lekransy seraya menambahkan
“Kami ingin memastikan bahwa setiap individu tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki etika dan etitute yang baik.”

Sejalan dengan visi tersebut, pemerintah kota Ambon terus berupaya menjadikan kota ini sebagai kota cerdas (smart city). Definisi kota cerdas, menurut Lekransy, adalah kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai dimensi pelayanan publik, melibatkan partisipasi semua pihak baik pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, serta memanfaatkan teknologi secara efektif.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Ambon telah mengembangkan berbagai inisiatif, termasuk smart governance, yang ditandai dengan kemudahan perizinan melalui pembentukan Mall Pelayanan Publik. Selain itu, Ambon juga memperkuat identitasnya sebagai Kota Musik Dunia melalui smart branding. Pengakuan UNESCO pada tahun 2019 sebagai Kota Musik Dunia adalah salah satu pencapaian penting yang mendukung branding ini.

“Kami juga telah mendorong penerapan kurikulum berbasis musik di sekolah sekolah, dan lebih dari 10 sekolah di Ambon telah menerapkannya. Langkah ini akan membantu mempertahankan kearifan lokal dan budaya musik yang menjadi ciri khas kota ini,” tambah Lekransy.

Lebih lanjut, Lekransy menekankan bahwa keberhasilan dalam membangun kota cerdas tidak terlepas dari kolaborasi yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Kegiatan seperti konser amal Ansambel Musik Benteng ini menjadi contoh nyata bagaimana komunitas dapat berperan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan inklusif.

“Kami sangat mengapresiasi upaya Bung Steve dan adik adik Ansambel Musik Benteng yang telah menginisiasi kegiatan yang memiliki dampak sosial besar. Musik memiliki kekuatan untuk menyatukan komunitas yang beragam, dan melalui kegiatan ini, kita dapat menciptakan kehidupan sosial yang lebih baik, yang pada akhirnya membentuk smart society di Ambon,” ujar Lekransy

Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, interaksi sosial masyarakat juga mengalami perubahan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan komunitas untuk terus membimbing generasi muda, membangun karakter mereka agar memiliki etika dan moral yang baik. Ansambel Musik Benteng, bersama dengan
 dukungan para orang tua dan sesepuh, telah memulai langkah ini.

“Kita harus menciptakan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keseimbangan emosional yang baik. Anak anak yang terlibat dalam musik ansambel seperti ini akan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengendalikan emosi mereka, yang sangat penting untuk masa depan mereka,” jelas Lekransy.

Melalui kolaborasi yang kuat antara musisi, seniman, pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh adat, Ambon dapat terus bergerak maju sebagai kota inklusif yang menghargai perbedaan dan keberagaman. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendorong anak anak kita untuk terlibat aktif dalam komunitas seperti Ansambel Musik Benteng. Semoga mereka menjadi pribadi yang hebat dengan masa depan cerah, yang akan membawa kota ini ke arah yang lebih baik,” tutup Lekransy.

Konser amal Ansambel Musik Benteng malam ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang pentingnya membangun sumber daya manusia yang berkualitas untuk masa depan Ambon. Melalui musik, kita dapat menginspirasi dan membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan sikap yang baik dan kemampuan yang unggul.

Di tempat yang sama Pembina sanggar Ansambel Musik Benteng Stevanus Sahetapy yang biasa di panggil Stevy mengatakan Konser amal bertajuk “Melody of Love” yang dipersembahkan oleh Sanggar Ansambel Musik Benteng sukses digelar dengan satu tujuan mulia, yaitu membangun pastori di Jemaat Kamariang. Konser ini berhasil menggugah hati penonton dan menggalang dana yang luar biasa,Ini merupakan konser keempat yang diselenggarakan oleh sanggar tersebut.

“Kami tidak hanya membantu gereja, tetapi tahun lalu kami juga turut mendukung Madrasah Ibtidaiyah di Banda Pulau Hatta,” ungkap Stevi.seraya menambahkan
Melalui konser ini, para anggota sanggar ingin mengajarkan generasi muda bagaimana cara memberi dan berkontribusi bagi masyarakat.

Ketika ditanya mengenai harapannya terhadap musisi lain, Stevi menyatakan,
“Harapan saya adalah semoga kita semua, dengan talenta yang kita miliki, dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Saat ini, banyak orang cenderung memikirkan diri sendiri. Namun, kami berharap konser ini dapat menginspirasi orang lain untuk membantu sesama.”ujar Stevy

Semoga di tahun depan, Sanggar Ansambel Musik Benteng dapat kembali memberikan kontribusi positif di tempat lain dan terus menginspirasi orang banyak untuk berbagi.(CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *