Ambon, cahayanusantara12.com
Sungguh berbahagia Masyarakat Maluku, khususnya umat Katolik Keuskupan Amboina,
karena 19 Oktober 2015 Mantan Pemimpin
umat Katolik Keuskupan Amboina Mgr Andreas P.C. Sol MSC merayakan Ulang tahun ke 100. Demikian antara lain penjelasan Uskup Diosis Amboinan
Mgr. P.C. Mandagi MSC dalam Siaran
Pers tertulis yang dibacakan oleh Ketua Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS) Keuskupan Amboina,
Pastor Theo Amelwatin. Pr,
pada konferensi Pers Minggu (18/10) di Keuskupan Amboina. Menurut
Mandagi usia 100 tahun memberi pesan apakah bagi masyarakat khususnya warga Maluku dan lebih khusus umat Katolik
Keuskupan Amboina untuk bersyukur
kepada Tuhan karena telah memberikan Umur panjang kepada mantan Uskup Amboina Mgr Andreas Sol MSC.
Selain itu dari perjalanan 100 tahun Mgr
Andreas Sol MSC ini mengingatkan kepada
umat bagaimana pentingnya menjaga, memelihara dan merawat kesehatan fisik, karena Mgr Andreas Sol sudah
menjaga kesehatan badannya dengan
baik sehingga usianya mencapai 100 tahun. Selain kesehatan fisik yang dipelihara oleh Sol , Mandagi juga
menambahkan kalau kesehatan rohani mantan Uskup
Diosis Amboina asal Belanda ini
juga dirawat dengan baik. Mandagi
pada realisenya juga menambahkan kalau banyak orang Indonesia termasuk di Maluku tidak mampu mencapai usia lanjut
karena kesehatan badanya tak
terjaga dan terawat dengan baik, kesehatan badannya dirusak dengan miras, Narkoba, dan perusakan lingkungan
tempat tinggal. Untuk itu Mandagi mengharapkan agar keluarga-keluarga harus
memperhatikan kesehatan anggota keluarganya
supaya usia bisa mencapai sama
dengan Mgr Andreas Sol MSC, untuk itu merupakan kewajiban Pemerintah untuk menolong masyarakatnya di Bidang
kesehatan. Menurutnya banyak
sekali tempat terpencil di Indonesia khususnya Maluku belum tersedia rumah sakit atau Puskesmas, dan
juga masih kurang tenaga dokter
yang merawat kesehatan masyarakat, ada juga banyak dokter dan Rumah sakit namun tak melayani
dengan penuh perhatian.
Mandagi menambahkan kalau betapa mulianya
seorang Mgr Andreas Sol MSC, yang
seluruh hidupnya sampai usia 100 tahun ini mengabdi bagi kesejahteraan rohani dan Jasmani sesamanya.
Kehormatan dan kemuliaan seseorang bukan terkait
dengan kekayaannya yang melimpah,
bukan terkait dengan banyaknya jabatan yang di emban, tetapi kemuliaan dan kehormatan seseorang terkait
dengan pengabdiannya dan
pelayanannya bagi masyarakat. Untuk
itu menurut mandagi negara ini membutuhkan pejabat-pejabat yang sepenuhnya berbakti bagi masyarakat demi pertumbuhan
kesejahteraan Rohani dan jasmani masyarakat
, namun sampai saat ini masih dapat disaksikan
banyak pejabat yang masih mencari keuntungan dengan menggunakan jabatannya. Pejabat tersebut membiarkan masyarakat miskin tetap
menderita , sementara dana oleh
pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan tak segan-segan dimakan oleh pejabat-pejabat tanpa rasa
bersalah. Dalam Realise tersebut
Mandagi juga memberikan contoh Paus Fransiskus sewaktu menjadi Uskup Agung Buenos Aires Argentina
mengecam banyak pejabat Argentina
dengan julukan Crispacion Politica atau pejabat yang kasak-kusuk mencari kekuasaan dan melupakan komitmen
pada rakyat, dan kecaman ini layak
diarahkan kepada pejabat di Indonesia. (CN-03)
karena 19 Oktober 2015 Mantan Pemimpin
umat Katolik Keuskupan Amboina Mgr Andreas P.C. Sol MSC merayakan Ulang tahun ke 100. Demikian antara lain penjelasan Uskup Diosis Amboinan
Mgr. P.C. Mandagi MSC dalam Siaran
Pers tertulis yang dibacakan oleh Ketua Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS) Keuskupan Amboina,
Pastor Theo Amelwatin. Pr,
pada konferensi Pers Minggu (18/10) di Keuskupan Amboina. Menurut
Mandagi usia 100 tahun memberi pesan apakah bagi masyarakat khususnya warga Maluku dan lebih khusus umat Katolik
Keuskupan Amboina untuk bersyukur
kepada Tuhan karena telah memberikan Umur panjang kepada mantan Uskup Amboina Mgr Andreas Sol MSC.
Selain itu dari perjalanan 100 tahun Mgr
Andreas Sol MSC ini mengingatkan kepada
umat bagaimana pentingnya menjaga, memelihara dan merawat kesehatan fisik, karena Mgr Andreas Sol sudah
menjaga kesehatan badannya dengan
baik sehingga usianya mencapai 100 tahun. Selain kesehatan fisik yang dipelihara oleh Sol , Mandagi juga
menambahkan kalau kesehatan rohani mantan Uskup
Diosis Amboina asal Belanda ini
juga dirawat dengan baik. Mandagi
pada realisenya juga menambahkan kalau banyak orang Indonesia termasuk di Maluku tidak mampu mencapai usia lanjut
karena kesehatan badanya tak
terjaga dan terawat dengan baik, kesehatan badannya dirusak dengan miras, Narkoba, dan perusakan lingkungan
tempat tinggal. Untuk itu Mandagi mengharapkan agar keluarga-keluarga harus
memperhatikan kesehatan anggota keluarganya
supaya usia bisa mencapai sama
dengan Mgr Andreas Sol MSC, untuk itu merupakan kewajiban Pemerintah untuk menolong masyarakatnya di Bidang
kesehatan. Menurutnya banyak
sekali tempat terpencil di Indonesia khususnya Maluku belum tersedia rumah sakit atau Puskesmas, dan
juga masih kurang tenaga dokter
yang merawat kesehatan masyarakat, ada juga banyak dokter dan Rumah sakit namun tak melayani
dengan penuh perhatian.
Mandagi menambahkan kalau betapa mulianya
seorang Mgr Andreas Sol MSC, yang
seluruh hidupnya sampai usia 100 tahun ini mengabdi bagi kesejahteraan rohani dan Jasmani sesamanya.
Kehormatan dan kemuliaan seseorang bukan terkait
dengan kekayaannya yang melimpah,
bukan terkait dengan banyaknya jabatan yang di emban, tetapi kemuliaan dan kehormatan seseorang terkait
dengan pengabdiannya dan
pelayanannya bagi masyarakat. Untuk
itu menurut mandagi negara ini membutuhkan pejabat-pejabat yang sepenuhnya berbakti bagi masyarakat demi pertumbuhan
kesejahteraan Rohani dan jasmani masyarakat
, namun sampai saat ini masih dapat disaksikan
banyak pejabat yang masih mencari keuntungan dengan menggunakan jabatannya. Pejabat tersebut membiarkan masyarakat miskin tetap
menderita , sementara dana oleh
pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan tak segan-segan dimakan oleh pejabat-pejabat tanpa rasa
bersalah. Dalam Realise tersebut
Mandagi juga memberikan contoh Paus Fransiskus sewaktu menjadi Uskup Agung Buenos Aires Argentina
mengecam banyak pejabat Argentina
dengan julukan Crispacion Politica atau pejabat yang kasak-kusuk mencari kekuasaan dan melupakan komitmen
pada rakyat, dan kecaman ini layak
diarahkan kepada pejabat di Indonesia. (CN-03)
