Ambon,Cahayanusantara12.com
Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus
Canisius Mandagi, MSC mengatakan sebuah Musyawarah besar selalu memiliki arti,
karena di dalam musyawarah orang mengandaikan melaksanakan sesuatu tidak
sendiri tetapi melaksanakan sesuatu secara bersama-sama.
Demikian antara lain penegasan Uskup Mandagi kepada wartawan di ruang kerjanya
di Keuskupan Amboina pekan lalu. Dikatakan, untuk membicarakan berbagai hal
tentang masyarakat Maluku haruslah ditunjukan dalam sebuah musyawarah secara
bersama-sama, karena itu dirinya sangat mendukung dalam rangka mengembangkan
Maluku. “Bahwa dalam rangka mengembangkan Maluku maka orang-orang Maluku bersama-sama
tokoh-tokohmya berkumpul bersama dan bermusyawarah.
Canisius Mandagi, MSC mengatakan sebuah Musyawarah besar selalu memiliki arti,
karena di dalam musyawarah orang mengandaikan melaksanakan sesuatu tidak
sendiri tetapi melaksanakan sesuatu secara bersama-sama.
Demikian antara lain penegasan Uskup Mandagi kepada wartawan di ruang kerjanya
di Keuskupan Amboina pekan lalu. Dikatakan, untuk membicarakan berbagai hal
tentang masyarakat Maluku haruslah ditunjukan dalam sebuah musyawarah secara
bersama-sama, karena itu dirinya sangat mendukung dalam rangka mengembangkan
Maluku. “Bahwa dalam rangka mengembangkan Maluku maka orang-orang Maluku bersama-sama
tokoh-tokohmya berkumpul bersama dan bermusyawarah.
Meskipun demikian menurut Uskup dirinya
tidak menginginkan kalau orang-orang yang datang dalam Musyawarah itu mempunyai
kepentingan-kepentingan politik, atau punya kepentingan ekonomi atau punya
kepentingan-kepentingan pribadi lain yang mau disisipkan dalam Musyawarah”,
kata Uskup Mandagi sambil menambahkan, musyawarah itu baru bisa berhasil kalau
semua yang bermusyawarah itu memang melihat kepentingan bersama di atas
segalanya. Tetapi kalau pesertanya dating dengan membawa kepentingan kelompok, kepentingan
pribadi bahkan kepentingan politik yang memakai Mubes Mama sebagai sara untuk menggolkan
kepentingan pribadi dan kelompok maka musyawarah itu akan tidak bermanfaat
bahkan hanya merupakan kegiatan untuk membuang-buang uang belaka. Tetapi kalau
memang bersama-sama punya komitmen bahwa kita ada kepentingan bersama yakni mau
memajukan Ma bersama-sama luku maka tentu Mubes Mama akan besar manfaatknya.
Oleh sebab itu untuk memajukan Maluku tidak sendiri.sendiri, bahkan
kelompok-kelompok yang ada harus bekerja sama, orang-orang yang mencintai
Maluku harus bekerja bersama-sama. “Sama-sama harus memiliki rasa cinta untuk Maluku,
bukan memakai Mubes ini untuk kepentingan pribadi”. Sebagai pimpinan umat
Katolik di daerah ini, Uskup Mandagi berharap supaya lewat Mubes ini maka
didapatkan pandangan-pandangan, didapatkan jalan-jalan atau solusi bersama
untuk memajukan Maluku ke depan”.(CN-03)
tidak menginginkan kalau orang-orang yang datang dalam Musyawarah itu mempunyai
kepentingan-kepentingan politik, atau punya kepentingan ekonomi atau punya
kepentingan-kepentingan pribadi lain yang mau disisipkan dalam Musyawarah”,
kata Uskup Mandagi sambil menambahkan, musyawarah itu baru bisa berhasil kalau
semua yang bermusyawarah itu memang melihat kepentingan bersama di atas
segalanya. Tetapi kalau pesertanya dating dengan membawa kepentingan kelompok, kepentingan
pribadi bahkan kepentingan politik yang memakai Mubes Mama sebagai sara untuk menggolkan
kepentingan pribadi dan kelompok maka musyawarah itu akan tidak bermanfaat
bahkan hanya merupakan kegiatan untuk membuang-buang uang belaka. Tetapi kalau
memang bersama-sama punya komitmen bahwa kita ada kepentingan bersama yakni mau
memajukan Ma bersama-sama luku maka tentu Mubes Mama akan besar manfaatknya.
Oleh sebab itu untuk memajukan Maluku tidak sendiri.sendiri, bahkan
kelompok-kelompok yang ada harus bekerja sama, orang-orang yang mencintai
Maluku harus bekerja bersama-sama. “Sama-sama harus memiliki rasa cinta untuk Maluku,
bukan memakai Mubes ini untuk kepentingan pribadi”. Sebagai pimpinan umat
Katolik di daerah ini, Uskup Mandagi berharap supaya lewat Mubes ini maka
didapatkan pandangan-pandangan, didapatkan jalan-jalan atau solusi bersama
untuk memajukan Maluku ke depan”.(CN-03)
