AMBON, cahaya-nusantara.com
Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Maluku, Tjoa Tini Pinantoan, dalam wawancara dengan wartawan di sela-sela perayaan Hari Raya Waisak 2568 BE di Vihara Suarna Giri Tirta, Gunung Nona, kota Ambon, Kamis (23/5/2024).
Tjoa menjelaskan tentang rencana pelaksanaan Dharma Santi Waisak di Pulau Seram.
Dharma Santi Waisak adalah “simakrama” atau silaturahim untuk saling menguatkan satu sama lain serta sebagai ajang untuk melatih mental pemimpin setelah pelaksanaan hari hari keagamaan umat Buddha.
Tjoa Tini menyatakan bahwa puncak perayaan Waisak atau Dharma Santi Waisak akan digelar pada 30 Mei 2024 di Pulau Seram,Maluku tengah melibatkan umat Buddha dari berbagai wilayah di Maluku.
“Kita kan punya umat Buddha di Seram sana kan? Suku pedalaman, itulah kenapa Permabudhi ikut mendukung di sana walaupun mereka bukan umat Buddha di sini,” ujarnya.
Tjoa juga menekankan bahwa Permabudhi tetap mengayomi semua umat Buddha di Maluku.
Bhikkhu Siriratano Mahatera menjelaskan bahwa kegiatan Dharma Santi di Seram ini akan bersifat seremonial umum, mirip dengan acara Halal BI Halal, yang melibatkan semua umat Buddha di Maluku.
Lie Ruli Rudy ketua Yayasan Swarna Giri Tirta, menambahkan bahwa acara tersebut akan diadakan di Desa Namto, Maluku Tengah, dan termasuk peresmian taman Buddha. Umat Buddha dari berbagai daerah seperti Kota Ambon, Pulau Buru, Seram, Dobo, dan Saumlaki akan hadir bersama dengan suku pedalaman Alifuru, serta para Bhikkhu, untuk mengadakan kerja bakti dan merayakan Dharma Santi Waisak.
Dengan demikian, Dharma Santi Waisak di Pulau Seram akan menjadi momen penting untuk mempererat tali persaudaraan umat Buddha di Maluku dan melibatkan berbagai komunitas lokal dalam perayaan tersebut.(CN-02)

