AMBON, cahaya-nusantara.com 

Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, lima konfederasi serikat buruh Provinsi Maluku bersatu dalam perayaan May Day tahun ini.

Demikian penjelasan ketua konfederasi Serikat buruh seluruh Indonesia(KBSBI) Maluku Yeheskel K Haurissa SH ,kepada media ini selesai pertemuan di Aula Disnakertrans Provinsi Maluku, Senin (29/4/2024).

Pertemuan penting ini akan dihadiri oleh berbagai pihak termasuk gubernur Maluku, Kapolda Maluku, dan perwakilan dari BPJS Kesehatan Ketenagakerjaan, serta berbagai asosiasi ada asosiasi pengusaha Indonesia dan asosiasi pemerintah Indonesia ada perwakilan pekerja dan buruh di provinsi Maluku ada teman-teman dari pengurus Serikat pekerja serikat buruh provinsi Maluku dari pengutusan itu ada lima konfederasi yang terlibat yang pertama konfederasi serikat buruh seluruh Indonesia ,kedua konfederasi serikat buruh sejahtera Indonesia, ketiga konfederasi Serikat pekerja seluruh Indonesia AGM, keempat konfederasi Serikat pekerja seluruh Indonesia Matheis kailola ,dan kelima serikat buruh Nasional Indonesia.

“Lima konferensi ini yang kemudian akan melakukan deklarasi bersama yang tadi kami berikan nama dewan pekerja buruh provinsi Maluku (DPBPM),”ujar Haurissa.

Haurissa mengatakan Salah satu poin utama dari perayaan May Day tahun ini adalah deklarasi pembentukan Dewan Pekerja Buruh Provinsi Maluku (DPBPM), yang bertujuan untuk memperjuangkan hak hak buruh di provinsi tersebut. DPBPM akan menjadi wadah bagi lebih dari 100.000  tenaga kerja dan pencari kerja di Provinsi Maluku untuk menyampaikan aspirasi dan menyelesaikan persoalan persoalan buruh yang dihadapi.

Kegiatan deklarasi ini juga disertai dengan pembagian santunan kepada anggota yang dianggap layak menerima bantuan, sebagai bentuk dukungan solidaritas dalam perjuangan buruh.

Selain itu, akan ada dialog yang diberi nama “Pekerja Buruh Maluku Bertanya”, yang bertujuan untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah provinsi dalam bentuk dialog yang profesional. Meskipun dialog merupakan langkah awal, tidak menutup kemungkinan adanya aksi lanjutan jika tuntutan tidak dipenuhi.

“Bukan berarti kami tidak  melakukan aksi,kalau dulu satu atau dua konfederasi saja bisa melakukan aksi apalagi sekarang sudah lima konfederasi aksi sangat mudah kami lakukan, mengapa karena selama dialog buntuh maka pasti aksi kami lakukan,”ungkap Haurissa.

Dalam rangka perayaan May Day, lima tuntutan utama yang akan disampaikan adalah penolakan terhadap Undang-Undang Omnibus Law, penolakan terhadap usia pensiun, penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Kesehatan, serta mendesak pemerintah Indonesia untuk meratifikasi Konvensi ILO 143.

Haurissa berharap dari perayaan May Day ini adalah mendapatkan dukungan dan partisipasi dari pemerintah provinsi Maluku, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Hal ini diharapkan untuk memastikan bahwa perjuangan buruh dalam memperjuangkan haknya dapat berjalan lancar dan didukung oleh semua pihak.

Seraya menambahkan harapan yang paling di dambakan dalam peringatan May Day ini kesadaran akan pentingnya peran buruh sebagai investasi terbesar di negara ini, terutama di Provinsi Maluku, dapat semakin meningkat. Buruh tidak hanya diharapkan sebagai penyumbang tenaga kerja, tetapi juga diakui sebagai elemen yang penting dan terhormat dalam masyarakat.

Semoga perayaan May Day tahun ini menjadi momentum untuk memperjuangkan hak-hak buruh dan menciptakan perubahan positif bagi para pekerja di Provinsi Maluku.(CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *