AMBON, cahaya-nusantara.com

Masyarakat Mamala Morela mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap kondisi jembatan Waeyela yang menghubungkan desa Mamala-Morela dengan desa Hitu Messing. Jembatan tersebut telah rusak selama 10 tahun terakhir tanpa perbaikan yang signifikan dari pemerintah, meskipun desa Mamala Morela kini telah menjadi salah satu pusat destinasi wisata di Maluku.

Hasan Slamat, yang dikenal sebagai Kepala Perwakilan Ombudsman RI Cabang Maluku, menyatakan kekhawatiran ini saat diwawancara di kediamannya di desa Morela pada Minggu (14/4/2024). 

Kepada awak media Hasan Slamat mengungkapkan bahwa masyarakat pengguna jalan Mamala Morela sangat prihatin terhadap kondisi jembatan Waeyela yang rusak, yang juga merupakan rute yang sering dilalui oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Hasan memohon kepada pemerintah provinsi Maluku atau Balai Jalan dan Jembatan untuk segera memperbaiki kondisi jembatan tersebut dan menekankan pentingnya jembatan tersebut sebagai jalan vital bagi daerah Mamala Morela dan liang , karena orang liang juga sering melintas di jembatan tersebut.

Selain jembatan Waeyela, Hasan Slamat juga menyebutkan adanya dua jembatan lain yang rusak di jalur jalan dari arah Liang. Rusaknya jembatan jembatan ini telah menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan, bahkan menelan korban jiwa.

Masyarakat berharap agar pemerintah provinsi segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jembatan jembatan tersebut demi keselamatan dan kelancaran akses masyarakat serta wisatawan di daerah tersebut.

Slamat berharap bahwa para pejabat gubernur juga akan memperhatikan masalah ini dan mengambil langkah langkah yang diperlukan untuk memperbaiki infrastruktur vital (CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *