AMBON, cahaya-nusantara.com

Kepala sekolah SMA Negeri 6 Ambon Wempie Mapusa,S.Pd,.M.Pd mengatakan Proses ujian yang di laksanakan di SMA Negeri 6 Ambon bagi 113 peserta didik yang menempati 7 ruang,  menggunakan kertas pensil semua berjalan dengan lancar.

Demikian di jelaskan kepada wartawan di ruang kantor pada Sabtu, 9/3/2024.

Dijelaskan kesepakatan untuk menggunakan pensil  kertas Karena perangkat ada tapi tidak sebanyak yang kita harapkan, jadi persoalan  bukan sekedar perangkat dan Android masih bisa tapi  koneksi internet kita menjadi kendala,daerah sini setelah dipelajari koneksinya tidak terlalu bagus.

“Iya jadi jangan sampai anak rugi cuman masalah koneksi jaringan yang satu dua detik mulai terganggu, tiba tiba mati itu sangat mempengaruhi psikologi anak dalam mengikuti ujian,makanya disepakati bahwa marilah kita pergunakan pensil kertas demi kenyamanan Anak anak,” ucap Mapusa.

Dikatakan proses ujian yang berlangsung dari Senin sampai hari terakhir ini tidak ada masalah yang berarti.

Diakuinya bukan berarti tidak ada masalah, karena pada hari Kamis ada satu Anak yang sakit dan tidak tuntas harus mendapat perawatan.

Tetapi masalah tersebut dapat teratasi karena besoknya siswa itu bisa menuntaskan ujian tersebut dirumah, yang di awasi oleh pengawas Wakasek sarana, dan Wakasek kurikulum yang adalah ketua panitia,dan saya sebagai kepala sekolah pun berkunjung untuk melihat secara langsung proses ujian siswa tersebut.

“Pada Prinsipnya kita tidak bisa pungkiri masalah itu tetap ada saja,tetapi sudah di minimalisir oleh panitia dari jauh jauh hari apa yang di antisipasi,” tuturnya.

Di katakan panitia sudah sediakan tempat kalau ada anak anak yang terlambat untuk melakukan ujian di ruangan sendiri sehingga tidak menggangu anak anak yang lain.

“Syukur Alhamdulillah, puji Tuhan tidak ada yang mengalami hal itu, kalaupun ada satu dua kita pastikan tidak boleh menggangu anak anak lain, dan ruangan khusus yang di siapkan bagi anak anak yang terlambat tidak di gunakan,”urai Mapusa.

Sementara itu di tambahkan juga untuk tidak mengganggu anak anak saat melaksanakan ujian sekolah sebagai kepala sekolah dirinyapun tidak mau masuk kedalam kelas, hanya melihat dari luar.

Dirinya mengapresiasi kepada komunitas belajar sekolah di bawah kepemimpinan Wakasek kurikulum karena berhasil mengkondisikan suasana ujian pada SMA Negeri 6 Ambon lancar dan sangat baik.

Terkait dengan kehadiran siswa pada pelaksanaan ujian Mapusa menjelaskan, sudah diatur agar bisa hadir lebih awal setengah tujuh dan di awali dengan Doa.

Dengan selesai ujian sekolah Mapusa berharap bawa semua nilai nilai mulai dari kelas 10 sampai dengan kelas 12 ini tidak ada masalah yang berarti dan teristimewa di semester 5 dan 6 karena memang bukan penilaian hari ini langsung selesai, tapi dari awal sudah di proses dan satuan pendidikan yang menentukan jadi saya berharap bahwa tidak ada nilai nilai belum tuntas semua sudah harus tuntas dan ketuntasan ini harus dibarengi dengan output yang menjadi kelulusannya harus bisa selesai dan harus outputnya harus jadi outcome.

“Jangan sampai cuma sebatas ya sudah lulus selesai tapi paling tidak kita berharap bahwa output dari SMA 6 itu semua outcome bagi lembaga ini, bagi pendidikan tinggi, bagi masyarakat dan semua unsur yang membutuhkan mereka,”ujar Mapusa (CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *