AMBON, cahaya-nusantaa.com

PJ walikota Ambon Drs Bodewin Wattimena,M.Si mengatakan dalam rangka memberikan perhatian dalam berbagai hal pihaknya telah menjajaki serta membangun kerja sama dengan lapas kelas IIA untuk melayani warga binaan lapas kelas IIA ini dengan misalnya memberikan pelatihan dan mengambil hasil produksi mereka,salah satunya bentuk perhatian dengan melakukan  perekaman e-KTP.

Perekaman e-KTP kepada warga Binaan Lapas kelas IIA Ambon ini juga di lakukan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 melalui dinas kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil) pada hari kamis 1/2/2024.

“Intinya adalah Pemerintah tidak boleh tidak memperhatikan mereka. Nah ini wujud dari komitmen kami. Saya berkoordinasi dengan Pak Kalapas lalu dengan Kadis Dukcapil rupanya ada warga binaan lapas yang sampai hari ini juga belum memiliki KTP dan mereka warga Kota Ambon,” akuinya.

Dikatakan, olehnya itu, kegiatan jemput bola yang dilakukan Disdukcapil Ambon ini masuk nyasar ke Lapas Kelas IIA, Lapas Anak, Lapas Perempuan tetapi juga di Rutan.

“Hari ini kita layani 20 orang warga Kota Ambon yang belum memiliki identitas,tetapi  juga melayani saudara saudara kita yang dari kabupaten/kota lainnya, misalnya e-KTP-nya sudah hilang, tercecer dan sebagainya, kita bantu untuk mencetak KTP mereka,

Data KTP ini kan sudah terintegrasi seluruh Indonesia. Tinggal sebut nama,tanggal lahir, kalau sudah pernah buat e-KTP pasti muncul dan bisa dicetak” ujar wattimena

Wattimena berharap apa yang dilakukan pemerintah bekerja sama dengan Kalapas kelas IIA minimal memberikan manfaat kepada warga binaan,dan Manfaat ini merupakan  bentuk perhatian kita kepada mereka.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Mukhtar Tompo menyampaikan, perekaman e-KTP dalam rangka pemilu 2024. Setelah perekaman akan ditindaklanjuti untuk didaftarkan nama mereka  ke KPU untuk dimasukkan di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Jumlah warga binaan 420 orang, DPT sebanyak 383 orang. Disini ada dua TPS, yaitu TPS 902 dan 903,” terangnya.

Menurutnya,  perekaman di Lapas kelas IIA Ambon belum pernah dilakukan. Baru hari ini dilakukan.

“Untuk perekaman hari ini memang  belum pernah dan diikuti 20 orang. Sementara 100 orang tadinya sudah perekaman tapi e-KTP-nya tercecer bisa dibantu untuk cetak KTP diluar Kota Ambon,” kata Tompo.

Oleh karena itu, Tompo mengharapkan, melalui perekaman e-KTP warga binaan bisa memilih identitas.

“Melalui perekaman hari ini, warga binaan kami yang ada didalam sini yang tadinya tidak mempunyai identitas bisa mendapatkan identitas e-KTP yang hanya bisa dipakai diluar setelah bebas,” ujar dia. (CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *