
AMBON, cahaya-nusantara.com
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan silaturahmi dan ngopi bareng warga Salahutu yang berdomisili di Kota Ambon. Acara yang berlangsung di Café Media, Graha Harian Ambon Ekspres, Rabu,(30/4/25) ini mengusung tema “Dengan Silaturahmi dan Sambung Rasa Kita Kokohkan Saling Tolong Menolong Selaku Orang Basudara”.
Diselenggarakan oleh Yayasan Salahutu Mandiri, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan dan dialog bagi masyarakat dari negeri-negeri di Kecamatan Salahutu yang kini tinggal di Ambon. Ketua Yayasan Salahutu Mandiri, Zulkifli Lestaluhu, S.Ag, menegaskan bahwa pertemuan ini murni bertujuan mempererat ikatan sosial, tanpa muatan politik.
“Kegiatan ini sebenarnya sudah lama kami rencanakan, namun sempat tertunda karena kekhawatiran akan dikaitkan dengan isu politik menjelang Pilkada. Setelah beberapa dinamika muncul di masyarakat, kami merasa inilah saat yang tepat untuk memulai kembali inisiatif sambung rasa ini,” ujar Zulkifli usai acara.
Zulkifli juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap sulitnya menjalin komunikasi dengan pihak Dir. Bimas dan aparat keamanan yang menurutnya penting untuk membangun jembatan dialog. “Sudah beberapa kali kami coba bertemu, tapi tak pernah berhasil. Padahal tujuan kami jelas—untuk membangun sinergi dan menjaga stabilitas masyarakat,” ujarnya dengan nada kecewa.
Ia menegaskan bahwa sejak masa konflik di awal 2000-an, dirinya bersama Albert Manuputty telah aktif di lapangan, membantu keberlangsungan pendidikan dan menjaga ketertiban sosial di Salahutu.
“Jangan sampai karakter dan perjuangan kami selama ini dilupakan hanya karena miskomunikasi atau persepsi yang keliru,” tambahnya.
Menurut Zulkifli, Salahutu adalah zona perdamaian yang harus dijaga.
“Saya aktif di FKPPI, Pemuda Panca Marga, dan Muhammadiyah. Ini bukan gerakan politik. Ini adalah usaha sederhana untuk memperkuat semangat kebersamaan dan menjaga nilai-nilai Basudara,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Waai, Arnold Marlesy, mengapresiasi pertemuan ini sebagai langkah awal yang penting.
“Ini momentum yang baik. Kita saling mengenal, saling menyapa. Tapi ini bukan akhir—justru awal dari upaya yang lebih besar untuk membangun jaringan sosial dan gagasan demi kemajuan negeri-negeri di Salahutu,” kata Arnold.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilanjutkan dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk pemerintah dan unsur TNI/Polri, agar tujuan yang lebih luas dan berdampak bisa tercapai.
“Beta yakin, dengan pertemuan-pertemuan seperti ini, kita bisa melahirkan banyak terobosan untuk masa depan masyarakat Salahutu, baik yang tinggal di sana maupun yang berdomisili di Ambon,” tandasnya.(CN-02)
