
AMBON, cahaya-nusantara.com
Menyikapi situasi yang memanas di Kota Ambon beberapa hari terakhir, Ketua Ikatan Yante Nuhu Evav Maluku (ITANEM) Provinsi Maluku, Prof. Dr. Zainuddin Notanubun, M.Pd, menyerukan kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan terus menjaga tali silaturahmi antar sesama.
Dalam keterangannya, Rabu (20/8/2025), Prof. Notanubun menyoroti peristiwa yang terjadi pada Selasa, 19 Agustus 2025, di mana kesalahpahaman antar siswa salah satu sekolah memicu aksi yang melibatkan banyak pihak hingga berujung pada tindakan yang merugikan berbagai kalangan.
“Sebagai sesepuh dan Ketua ITANEM, saya mengimbau semua pihak agar mengendalikan diri. Jangan sampai kita terprovokasi isu-isu menyesatkan yang justru merusak persaudaraan,” tegasnya.
Prof. Notanubun mengingatkan pentingnya memegang teguh falsafah “Ain ni Ain”, yang menjadi pedoman hidup masyarakat Kei untuk menjaga persatuan dan kebersamaan. Menurutnya, masyarakat Maluku, khususnya di Kota Ambon, memiliki pengalaman pahit di masa lalu akibat provokasi isu tak bertanggung jawab, sehingga seharusnya bisa lebih bijak dalam menyikapi situasi sensitif.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk membantu pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kota, dalam menciptakan suasana aman dan kondusif.
“Merajut kebersamaan itu bukan hal mudah. Karena itu, sebagai generasi tua, kita harus mengayomi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh isu yang memecah belah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Notanubun menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum, sehingga setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan mengambil tindakan sepihak.
“Kalau ada hal-hal yang menyinggung perasaan, bawa ke ranah hukum. Jangan sampai orang yang tidak bersalah justru menjadi korban,” jelasnya.
Menutup imbauannya, Prof. Notanubun khususnya mengingatkan basudara asal Kei agar tetap memelihara nilai kekeluargaan dan menjaga hubungan baik dengan seluruh masyarakat di Kota Ambon maupun Maluku secara keseluruhan.(CN-02)
