
AMBON, cahaya-nusantara.com
Pemerintah Kota Ambon terus menunjukkan komitmen dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Melalui kegiatan Wajar ke-22 yang digelar di ruang ULA Balai Kota Ambon, Jumat (7/11/2025), Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, menegaskan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti berbagai aspirasi warga, mulai dari persoalan retribusi sampah, talud, longsor,MBG hingga air bersih serta pengendalian hewan peliharaan.
Kegiatan rutin Wajar (Walikota Jumpa Rakyat) itu turut dihadiri Sekretaris Kota Ambon Robby Sapulette, pimpinan OPD, dan masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Ambon.
Dalam arahanya Toisutta menyampaikan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang aktif menyampaikan persoalan di lingkungan masing masing kepada Pemkot.
Ia juga menekankan bahwa pemerintahan saat ini di bawah kepemimpinan Wali Kota Bodewin M. Watimena dan dirinya baru berjalan delapan bulan, sehingga masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.
“Kami sadari sungguh masih banyak hal yang perlu dibenahi. Aspirasi masyarakat hari ini menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk ditindaklanjuti oleh OPD teknis,” ujar Ely.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Toisutta adalah masih banyak warga yang belum memahami kenaikan retribusi sampah.Ia meminta agar OPD teknis melakukan sosialisasi masif hingga tingkat RT/RW melalui camat dan lurah.
“Sudah 22 kali Wajar dilaksanakan, tapi masih ada warga yang menanyakan soal retribusi. Ini menandakan informasi belum tersampaikan dengan baik. Jadi saya minta agar dilakukan sosialisasi yang lebih luas,” tegasnya.
Menanggapi laporan masyarakat tentang talud dan longsor, Toisutta menjelaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan koordinasi dan kesabaran. Keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah.
“Kami tetap berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas PU. Semua laporan masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme,” katanya.
Dalam kesempatan itu juga Toisutta menyoroti perilaku sebagian warga yang masih membuang sampah sembarangan. Ia menegaskan bahwa mulai tahun depan pemerintah akan menerapkan sanksi denda bagi pelanggar.
“Tahun depan tidak ada lagi alasan ‘tidak tahu’. Sosialisasi akan terus dilakukan. Kalau masih ada yang buang sampah sembarangan, akan dikenakan denda. Ini langkah tegas untuk wujudkan Ambon yang bersih,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas teknis juga akan menambah kapasitas dan memperbaiki tempat pembuangan sampah (TPS) di sejumlah titik agar masyarakat dapat membuang sampah dengan benar.
bukan hanya tentang sampah tapi
Masalah air bersih juga menjadi perhatian serius Pemkot Ambon. Toisutta meminta agar PDAM segera berkoordinasi dengan pihak DSA selaku pengelola konsesi air.
“Masyarakat sering melapor ke pemerintah kota karena mereka tidak tahu pengelolanya DSA atau PDAM. Jadi koordinasi harus dilakukan cepat dan hasilnya disampaikan ke masyarakat,” katanya.
Sementara itu masalah MBG (Makanan bergizi Gratis ), Toisutta menjelaskan bahwa saya sudah bertemu dengan salah satu perwakilan dari PGM di pusat dan telah meminta data pengelola SPG yang ada di kota Ambon by name ,by Address untuk memastikan kejadian di kawasan Hative tidak terulang.
“Kita akan terus berkoordinasi dengan pihak SPG untuk mendukung program presiden, tapi fungsi pengawasan tetap dijalankan oleh pemerintah daerah,” ucapnya.
Menutup arahannya,Toisutta menyoroti keresahan warga tentang banyaknya anjing peliharaan yang berkeliaran di permukiman warga. Ia meminta Sekkot dan OPD terkait segera mengambil langkah tegas.
“Hampir di setiap rumah ada anjing, tapi tidak semua pemilik bertanggung jawab. Kalau hewan itu kena rabies, pemilik tidak mau mengaku. Tapi kalau tidak, mereka bilang itu peliharaannya. Ini harus diatur dengan surat edaran yang lebih tegas,” tandasnya.
Di akhir kegiatan,Toisutta menyampaikan bahwa Wali Kota Ambon saat ini tengah mengikuti pendidikan di Lemhanas selama 14 hari. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar Wali Kota Bodewin Watimena selalu sehat dan dapat kembali memimpin dengan semangat baru.
“Kami terus berbenah dan berkomitmen menindaklanjuti setiap masukan masyarakat. Pemerintah hadir untuk mendengar dan bekerja demi kemajuan Kota Ambon,” pungkasnya.(CN-02)
