AMBON, cahaya-nusantara.com

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Ambon resmi menutup Operasi SAR terhadap kecelakaan kapal mati mesin dengan satu orang penumpang (POB) di sekitar Perairan Laut Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Operasi tersebut dinyatakan selesai setelah korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Ambon, Muhamad Arafah, SH., M.Si, dalam rilis resminya kepada media, Sabtu (13/12/2025), menjelaskan bahwa informasi awal diterima dari Kepala KSOP Banda, Junaidin, pada pukul 12.10 WIT.

Menurut laporan, insiden terjadi pada Sabtu (13/12/2025) sekitar pukul 11.45 WIT, saat sebuah kapal mengalami mati mesin di perairan Laut Banda. Kapal tersebut membawa satu orang penumpang dan berada sekitar 13,4 mil laut dari Pos SAR Banda.

Menyikapi laporan tersebut, Kantor SAR Ambon segera mengerahkan tim rescue dari Pos SAR Banda untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

“Tim Rescue Pos SAR Banda tiba di lokasi kejadian pada pukul 13.25 WIT dan langsung melakukan pencarian bersama unsur SAR lainnya,” ujar Arafah.

Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 14.40 WIT. Korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat pada koordinat 04°23’42.27” LS dan 129°54’32.37” BT, atau sekitar 5,76 mil laut dari lokasi kejadian awal.

Selanjutnya, korban segera dievakuasi menuju Banda menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Pos SAR Banda.

Pada pukul 15.55 WIT, tim SAR gabungan tiba di Pelabuhan Banda. Dengan telah dievakuasinya korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup.

Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas kerja sama dan dedikasi selama pelaksanaan operasi.
Korban diketahui bernama Mansur (42), seorang laki-laki, dan tercatat sebagai satu-satunya penumpang kapal. Tidak terdapat korban meninggal dunia maupun korban hilang dalam peristiwa tersebut.

Dalam operasi ini, unsur SAR yang terlibat antara lain Tim Rescue Pos SAR Banda sebanyak lima personel, Koramil Banda satu personel, serta enam orang masyarakat setempat. Adapun sarana dan peralatan yang digunakan meliputi satu unit RIB Pos SAR Banda dan dua unit longboat milik masyarakat.

Arafah menambahkan, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penghambat dalam operasi, meski secara umum cuaca terpantau berawan dengan angin barat hingga barat laut berkekuatan 12–22 knot dan tinggi gelombang rendah berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan pengguna transportasi laut, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan memastikan kelayakan kapal sebelum berlayar demi keselamatan bersama,” tutupnya.(CN-02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *