
AMBON, cahaya-nusantara.com
Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat langkah menuju Ambon Smart City melalui pemanfaatan teknologi digital terkini. Salah satu inovasi yang kini mulai diuji coba adalah penerapan Closed Circuit Television (CCTV) berbasis Artificial Intelligence (AI) di sejumlah titik strategis kota.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, menjelaskan bahwa penerapan CCTV berbasis AI merupakan bagian dari program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya dalam mendukung pembangunan kota cerdas yang berkelanjutan.
Penjelasan ini disampaikan Lekransy saat kegiatan Evaluasi Implementasi Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2025 yang berlangsung di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, uji coba teknologi CCTV berbasis AI ini menjadi bagian dari penguatan pilar Smart Governance dan Smart Environment, dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berbasis data dan teknologi digital.
“CCTV yang diuji coba tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat pemantau visual, tetapi telah dilengkapi teknologi video analytics, computer vision, dan machine learning, sehingga mampu menganalisis berbagai aktivitas dan kejadian secara otomatis dan real-time,” ujar Lekransy.
Saat ini, terdapat dua lokasi yang menjadi titik uji coba utama penerapan CCTV berbasis AI, yakni Pertigaan Tulukabessy dan TPU Batu Merah.
Di Pertigaan Tulukabessy, sistem CCTV telah terintegrasi dengan AI Video Analytics Engine yang mampu mendeteksi pelanggaran lalu lintas. Fitur yang digunakan antara lain Automatic License Plate Recognition (ALPR) untuk mengidentifikasi kendaraan yang melawan arah, Illegal Parking Detection untuk mendeteksi parkir sembarangan, serta Motion Detection dan Auto Tracking.
“Pada jam tertentu, khususnya antara pukul 16.00 hingga 08.00 WIT, kamera dapat secara otomatis mengikuti pergerakan kendaraan yang terindikasi melakukan pelanggaran,” jelasnya.
Seluruh data yang terekam, lanjut Lekransy, diproses secara real-time dan dapat menjadi dasar awal penegakan aturan lalu lintas yang berbasis bukti digital.
Sementara itu, pada lokasi TPU Batu Merah, penerapan CCTV berbasis AI lebih difokuskan pada aspek kebersihan dan pengelolaan lingkungan kota. Teknologi ini digunakan untuk memantau volume sampah serta perilaku masyarakat dalam membuang sampah.
Beberapa fitur yang diterapkan antara lain Object Detection dan Volume Estimation untuk mengukur tingkat kepenuhan bak sampah, Threshold-Based Alert System sebagai peringatan otomatis ketika volume sampah mendekati batas maksimum, serta Behavior Detection guna mendeteksi aktivitas pembuangan sampah di luar jam yang telah ditentukan sesuai Peraturan Daerah.
Lekransy mengakui bahwa penerapan CCTV AI di TPU Batu Merah saat ini masih berada pada tahap penyesuaian dan kalibrasi model kecerdasan buatan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan akurasi sistem dapat menyesuaikan kondisi lingkungan, pencahayaan, serta pola aktivitas masyarakat di Kota Ambon.
“Selama masa uji coba, sistem akan terus belajar melalui proses machine learning dan pelatihan model berbasis data lapangan yang nyata,” tambahnya.
Ke depan, Lekransy berharap pemanfaatan teknologi CCTV berbasis AI ini dapat menjadi fondasi penting dalam pengambilan kebijakan berbasis data, sekaligus mendorong tata kelola kota yang lebih efektif, responsif, dan berkelanjutan.
“Ini adalah langkah awal menuju sistem pengelolaan kota yang semakin cerdas dan terintegrasi,” tutupnya.(CNmy)
