AMBON,cahaya-nusantara.com

Kesiapsiagaan dan respons cepat Basarnas Ambon kembali membuahkan hasil. Sebuah kapal motor kayu yang mengalami mati mesin di perairan Desa Nafar, Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan.
Seluruh penumpang kapal yang berjumlah sembilan orang dilaporkan selamat, dan Operasi Pencarian dan Pertolongan (Ops SAR) resmi ditutup pada Kamis (19/2/2026) dini hari.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Ambon, Muhammad Arafah, S.H., M.Si, menjelaskan bahwa laporan awal kejadian diterima pada pukul 00.05 WIT dari seorang warga bernama Pendeta Istia. Informasi tersebut menyebutkan adanya kapal motor kayu yang berangkat dari Desa Selibata menuju Dobo mengalami mati mesin dan terombang-ambing di sekitar perairan Desa Nafar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Ambon melalui Unit Siaga SAR Dobo langsung mengerahkan Tim SAR Gabungan ke lokasi kejadian. Sekitar pukul 00.55 WIT, tim bergerak menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju titik lokasi kejadian yang berjarak kurang lebih 13,7 mil laut dari Unit Siaga SAR Dobo.

Upaya pencarian membuahkan hasil cepat. Pada pukul 01.08 WIT, kapal yang mengalami gangguan mesin berhasil ditemukan sekitar satu mil laut dari titik laporan awal kejadian. Seluruh penumpang dalam kondisi selamat dan langsung dievakuasi menuju Pelabuhan Dobo.

Sekitar pukul 02.31 WIT, Tim SAR Gabungan bersama seluruh korban tiba dengan selamat di Pelabuhan Dobo. Para penumpang kemudian diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing. Dengan terpenuhinya seluruh tujuan operasi dan tidak adanya korban jiwa, Ops SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup pada pukul 02.40 WIT.

Dalam operasi ini, Basarnas Ambon melibatkan empat personel Rescuer Unit Siaga SAR Dobo serta satu personel BPBD Kabupaten Kepulauan Aru, dengan dukungan satu unit RIB sebagai alat utama pencarian dan evakuasi. Meski sempat menghadapi kendala keterbatasan jaringan komunikasi di wilayah perairan, operasi tetap berjalan efektif berkat koordinasi yang solid antar unsur SAR.

Basarnas Ambon juga mencatat kondisi cuaca saat operasi berlangsung relatif mendukung, dengan hujan ringan, angin barat berkisar 7–18 knot, serta tinggi gelombang rendah antara 0,5 hingga 1,25 meter.

Keberhasilan operasi ini menjadi cerminan kesiapan Basarnas Ambon dalam memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan secara cepat, tepat, dan profesional, khususnya di wilayah kepulauan dengan tingkat kerawanan kecelakaan laut yang cukup tinggi. Sinergi antar unsur serta kesiapsiagaan personel menjadi kunci utama dalam memastikan keselamatan masyarakat di wilayah perairan Maluku dan sekitarnya.(CN02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *