AMBON, cahaya-nusantara.com
Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Pemerintah Kota Ambon menggelar Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan di kawasan Gong Perdamaian Dunia, Rabu (16/10/24). Program ini tak hanya bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menekan inflasi di Kota Ambon.
Ketua DPRD Kota Ambon, Moritz Tamaela, hadir dalam acara tersebut dan menyatakan dukungannya secara penuh.
Dalam wawancaranya dengan sejumlah media usai acara, Moritz menegaskan pentingnya inisiatif seperti Gerakan Pangan Murah (GPM)sebagai langkah nyata dalam mengendalikan laju inflasi, terutama menjelang akhir tahun.
“Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini sangat penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran. Kita tidak hanya ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan murah, tetapi juga menjaga agar inflasi tetap terkendali,” ujar Moritz.
Kegiatan ini dilakukan secara berkala di beberapa lokasi strategis, termasuk di Pantai Mardika setiap minggunya, dengan tujuan memberikan solusi bagi masyarakat dalam menghadapi fluktuasi harga bahan pokok.
Dalam kesempatan tersebut, Moritz menyampaikan kabar baik bahwa inflasi di Kota Ambon mulai menunjukkan penurunan yang signifikan.
“Saat ini, inflasi di Ambon berada di angka 2,66 % ini merupakan pencapaian yang patut kita syukuri bersama,” tambahnya.
Namun, Moritz mengingatkan bahwa upaya pengendalian inflasi bukanlah pekerjaan yang bisa dianggap selesai begitu saja. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan inflasi di tengah dinamika ekonomi, terutama menjelang akhir tahun yang biasanya diwarnai oleh lonjakan kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap inflasi tidak naik secara signifikan, namun di sisi lain kita juga tidak menginginkan penurunan yang drastis, karena hal itu justru bisa menghambat proses ekonomi lokal. Stabilitas adalah kunci,” tegas Moritz.
Lebih jauh, Moritz menyoroti perlunya memperluas sosialisasi dan informasi mengenai Gerakan Pangan Murah. Menurutnya, tidak semua masyarakat mendapat informasi yang cukup mengenai kegiatan ini, terutama mereka yang tinggal di luar pusat kota. Ia mengusulkan agar pemerintah lebih aktif dalam menyebarkan informasi melalui saluran publik yang terstruktur, sehingga masyarakat di berbagai wilayah Kota Ambon bisa merasakan manfaatnya secara merata.
“Kegiatan ini tidak boleh hanya diketahui dari mulut ke mulut saja. Perlu ada upaya lebih dalam menyebarluaskan informasi ini, sehingga masyarakat di semua kecamatan dapat menikmati harga pangan yang terjangkau,” jelasnya.
Sebagai wujud dukungannya terhadap program pengendalian inflasi ini, Moritz juga mengusulkan agar di masa mendatang pemerintah melibatkan para pedagang kecil, seperti pedagang kaki lima (PKL), dalam kegiatan-kegiatan serupa. Ia menilai bahwa partisipasi para pedagang kecil akan memberikan dampak lebih luas dan membantu mencegah kenaikan harga yang tidak terkendali di pasar-pasar tradisional.
“Saat ini kita memang bekerja sama dengan para produsen dan distributor besar. Namun, ke depan, saya mengusulkan agar ada intervensi lebih lanjut yang melibatkan para PKL. Misalnya, bekerja sama dengan Bank Indonesia atau pihak terkait lainnya untuk memberikan pemahaman kepada mereka tentang situasi inflasi, agar mereka tidak sembarangan menaikkan harga,” katanya dengan penuh semangat.
Moritz juga memaparkan rencana jangka panjang DPRD dalam mendukung upaya stabilisasi harga dan pengendalian inflasi di Kota Ambon. Salah satunya adalah dengan menggelar expo tahunan DPRD, yang akan menampilkan berbagai inovasi dan program pengendalian inflasi secara konkret.
Sebagai Ketua DPRD yang baru, Moritz berjanji akan mengoptimalkan peran DPRD dalam mendukung setiap program pemerintah yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya dukungan dari DPRD dan kolaborasi yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan, Moritz berharap program-program pengendalian inflasi di Kota Ambon dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung setiap upaya yang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Mari kita terus bekerja bersama demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Gerakan Pangan Murah ini, menurut Moritz, bukan sekadar aksi temporer. Ia berharap inisiatif ini bisa menjadi program yang berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan inflasi di masa mendatang. Dengan adanya kebijakan yang tepat dan keterlibatan aktif seluruh pihak, Moritz optimis Kota Ambon mampu menjaga stabilitas harga serta menciptakan kondisi ekonomi yang sehat dan berkelanjutan bagi warganya.(CN02)

