Ambon, cahaya-nusantara.com – Menyusul kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kota Ambon Provinsi Maluku, Pegiat Anti Korupsi di Provinsi Maluku, Drs. Herman Siamiloy, mengatakan kehadiran KPK di Maluku ini dirimya memberikan apresiasi karena sebagai bagian dari NKRI ini KPK juga punya kepedulian terhadap Maluku. Oleh sebab tidak berkelebihan kalau pihaknya memberikan apresiasi terhadap kehadiran komisi ini kota Ambon yang merupakan representatif dari provinsi Maluku ini.
Demikian antara lain penegasan Siamiloy kepada wartawan di Ambon, Kamis, 4/11/2021.
Selanjutnya Siamiloy mengatakan dalam rangka apa KPK datang di Maluku ini pihaknya juga tidak mengetahuinya tetapi dalam kaitannya dengan kehadiran mereka dan fungsi mereka sebagai satu lembaga anti Korupsi berada di kota Ambon ini mereka pasti sudah mengetahui ada masalah-masalah yang ketika mereka kembali ke Jakarta pasti akan ditindaklanjuti.
Oleh sebab itu sebagai masyarakat kota Ambon dirinya mendorong supaya ketika ada laporan-laporan ke KPK tentang dugaan korupsi dan koruptor khususnya dari Maluku itu segera ditindaklanjuti jangan sampai semakin mereka datang di kota Ambon tetapi tidak membawa efek jera daripada koruptor-koruptor ini bahkan sebaliknya koruptor semakin merajalela. “Ini yang tidak kita mengharapkan seperti itu”ujarnya seraya menambahkan sebaliknya dirinya dan masyarakat Maluku peduli korupsi mengharapkan agar ketika anggota KPK ini kembali menindaklanjuti laporan-laporan yang sudah sampai ke kPK di pusat atau yang ditemukan dalam kunjungan-kunjungan mereka peroleh dari masyarakat atau dari lembaga-lembaga penegak hukum seperti Polisi, , kejaksaan maupun pengadilan.
Menyoal tentang kinerja KPK yang sangat luar biasa di daerah lain di luar Maluku, siamiloy mengatakan jika dilihat dari sisi negatif saja nampaknya Maluku merupakan satu daerah yang kebal hukum karena menurut sudah ada masalah-masalah dugaan korupsi yang sudah dilaporkan tetapi belum diselesaikan secara tuntas. Oleh sebab itu dirinya selaku masyarakat Maluku dan penduduk kota Ambon manise ini mau mengatakan Maluku ini sebenarnya kaya dan sangat kaya tetapi dia termasuk provinsi termiskin keempat di Republik ini padahal sumber alamnya kaya dan kaya dalam segala hal tetapi kenapa miskin ?. Jawabannya adalah karena dimiskinkan oleh pejabat-pejabat yang cenderung melakukan praktek korupsi itu.”Jadi orang Maluku itu miskin karena dimiskinkan”tegasnya.
Seraya menyebutkan beberapa kasus yang menguak ke permukaan tapi hilang dalam perjalannya, Siamiloy mengatakan jika saja masyarakat biasa yang melakukan dugaan-dugaan seperti itu maka hanya dalam hitungan menit saja sudah disidangkan dan sudah diputuskan akan tetapi mengingat para pelaku itu adalah penjabat dan pemilik modal sehingga hukum itu nampak jelas tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Oleh sebab itu kehadiran KPK di Maluku diharapkan agar tidak melakukan praktek tebang pilih dan apalagi mempraktekkan hukum yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah.”tapi yang terlibat ini kan pejabat negara oleh sebab itu sangat disayangkan.kalau yang namanya hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah”paparnya.(CN-01)

