
AMBON, cahaya-nusantara.com
Era baru kepemimpinan dimulai di Garda Wanita (Garnita) Malahayati Partai NasDem Provinsi Maluku. Hj. Rohani Vanath resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) untuk periode 2026-2029, menggantikan struktur kepengurusan sebelumnya. Pelantikan ini berlangsung seremonial bersamaan dengan pengukuhan DPW Partai NasDem Maluku dan sejumlah organisasi sayap lainnya di Ambon.
Rohani Vanath di dampingi Wakil Ketua Umum Garnita Malahayati Syupiyati Hasan Tambunan, mengatakan dua agenda prioritas yang akan menjadi fokus gerakannya: memperkuat keterwakilan perempuan di parlemen dan meluncurkan program pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian skala rumah tangga.
Kejar Target 30 Persen Caleg Perempuan
Dalam visi politiknya, Rohani menegaskan komitmennya untuk mewujudkan arahan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, terkait kuota keterwakilan perempuan. Ia menargetkan minimal 30 persen calon anggota legislatif (caleg) dari partai tersebut pada pemilu mendatang berasal dari kalangan perempuan.
“Ini adalah harapan Bapak Surya Paloh yang harus kita wujudkan. Perempuan tidak boleh lagi hanya menjadi penonton dalam politik, tetapi harus menjadi aktor utama yang menentukan kebijakan,” ujar Rohani usai pelantikan,di pantai liang,Maluku Tengah, Minggu (27/9/2026).
Untuk mencapai target tersebut, Rohani berencana segera melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Ia menargetkan pembentukan pengurus Garnita di seluruh 11 kabupaten/kota di Maluku dalam waktu dekat. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaring kader-kader perempuan potensial yang siap bersaing di arena politik.
Inovasi Program ‘Cabai Berbuah’
Di luar ranah politik, Rohani juga memperkenalkan program sosial yang unik dan praktis. Garnita NasDem Maluku menyiapkan distribusi 1.000 anakan cabai yang akan disalurkan kepada masyarakat di berbagai daerah.
Yang membedakan program ini adalah metode distribusinya. Rohani menjelaskan bahwa tanaman cabai tidak akan dibagikan dalam bentuk bibit mentah, melainkan dalam kondisi sudah tumbuh dan berbuah. Tahap awal akan dilakukan uji coba di Kota Ambon dengan 100 anakan, sebelum diperluas ke kabupaten/kota lain.
“Kami ingin masyarakat langsung merasakan manfaatnya. Jika diberikan bibit, ada risiko tanaman mati karena kurang perawatan atau ketidakpahaman teknis. Dengan memberikan tanaman yang sudah berbuah, warga bisa langsung memanen dan sekaligus belajar cara merawatnya,” jelasnya.
Program ini diharapkan dapat membantu ekonomi rumah tangga, mengingat cabai merupakan komoditas pangan yang selalu dibutuhkan dan memiliki nilai jual stabil.
Rohani juga menekankan bahwa Garnita Malahayati harus menjadi wadah inklusif bagi semua lapisan perempuan, bukan sekadar organisasi elit. Ia ingin membangun suasana kekeluargaan di mana perempuan muda dan ibu-ibu dapat berkolaborasi.
“Garnita adalah rumah bersama. Kita tidak bisa hanya memanggil ‘ibu-ibu’, karena adik-adik muda juga punya peran besar. Kita butuh energi generasi muda dan kebijaksanaan para senior untuk bergerak bersama,” pungkasnya.
Dengan kombinasi strategi politik yang agresif dan program sosial yang menyentuh kebutuhan dasar, Rohani Vanath optimis Garnita NasDem Maluku dapat menjadi organisasi wanita yang paling relevan dan berdampak bagi masyarakat Maluku dalam lima tahun ke depan.(CNmy)
