Malteng, cahaya-nusantara.com

Kalau Taspen dulu mainsetnya tidak semua pegawai Taspen itu berhubungan kalau sudah pensiun tapi sekarang tidak seperti itu lagi. Karena sekarang ini  disaat masih aktif pun sudah berhubungan.

Banyak manfaat yang sudah dikembangkan oleh Taspen dimana saat ini hanya Taspen yang paling aman.Demikian antara lain yang disampaikan oleh Kepala PT. Taspen Persero Cabang Ambon, Surya Mustafa, dalam sambutannya pada peserta Sosialisasi ketaspenan dan layanan perbankan bagi ASN di wilayah Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah di Masohi, Sabtu, 27/03/2021.

Dikatakan, saat ini di antara BUMN yang lain hanya Taspen yang aman.

Menurutnya di antara BUMN yang lain disamping kena imbas, terkena huru hara keinginan memperkaya diri sendiri, Taspen sendiri tidak terkena imbas seperti itu karena Taspen selalu aman-aman.

Selanjutnya menurut Mustafa semua BUMN yang ada tulisannya dengan judulnya asuransi sosial atau asuransi BUMN lain semua terkena imbas padahal di jalur itulah secara global  tempat berkumpulnya uang. Misalnya perbankan tiap harinya uang masuk.

Ia menyebutkan pihak Taspen yang mengelola yuran dan para ASN dijalankan sebagai sebuah amanah sehingga benar-benar aman dan terhindar dari adanya penyelewengan.

Hal ini sebagai akibat dari cara kerja Taspen yang mengelola dana-dana ASN yang selama ini jika ingin melakukan investasi selaku berkonsultasi dengan dua Kementerian yakni Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan sehingga apapun yang dilakukan oleh Taspen selalu ada kontrol dari kedua Kementerian sehingga apapun keadaan yang dialami seperti pandemi dan tindakan korupsi akan tetapi dana atau yuran para nasabah Taspen tetap aman dan penggunaan untuk investasi ke arah kesejahteraan.

Di kesempatan itu juga Mustafa menjelaskan pula tentang perhitungan asuransi Bank ternyata Taspen masih berada di atas asuransi yang lain. Bahkan untuk saat ini Taspen yang terbesar di seluruh Asia.

Disebutkan kalau perhitungan dengan asuransi swasta yang lain, Taspen memberikan manfaat pengembalian dimana dulu waktu Taspen tak ada perhitungannya 2,35 tapi sekarang setelah adanya Taspen maka menjadi 0,6 setor ke Pengalihan. ‘Jadi turut berbangga seperti Jepang, Korea, Malaysia, Singapore,  dan India belajar THT dari pensiunnya dari Taspen” ujarnya.sambil menambahkan sejak tahun 2015 negara-negara tersebut datang ke Taspen pusat untuk belajar tentang pembayaran Tujangan hari Tua maupun pembayaran pensiun.

Menurutnya para ASN patut berbangga bahwa Taspen adalah pelayan ASN dimana Taspen selalu mengutamakan nasabah sebagai raja dengan kata lain tanpa ASN maka tidak ada Taspen. Oleh sebab itu setiap saat Taspen ingin meningkatkan manfaat tabungan hari tua dan juga manfaat lainnya.

Disebutkan saat ini PT. Taspen telah memiliki beberapa anak perusahaan yang sangat menopang untuk kemajuan PT.Taspen itu sendiri. Sebagai contoh, Bank Mantap yang merupakan gabungan dari Bank Mandiri dan PT. Taspen yang menangani khusus untuk pensiunan dan ASN. Dimana untuk seluruh Indonesia sudah ada cabangnya termasuk di Maluku dan khususnya di Masohi karena di kabupaten lain belum ada dan akan diusahakan pembukaannya di sana.

Ada pula anak perusahan Taspen yang lain seperti Taspen Live yang layanannya dikhususkan untuk ASN dan sebagian swasta dan keunggulannya adalah untuk melayani ongkos naik haji di mana sebelumnya hal ini tidak bisa dilakukan dengan syarat harus menambah yuran.

Selain itu ada pula anak perusahan yang namanya Taspen properti yang ke depan sangat membantu ASN dalam hal kepemilikan rumah hunian. ‘Jadi ASN yang tidak memiliki rumah hunian akan dibantu dengan produk anak perusahan taspen yang namanya PT.Taspro, atau Taspen Properti”jelas Mustafa.

Menurutnya dengan hadirnya banyak anak perusahaan maka sesuai perhitungan laba yang menyumbangkan laba yang besar adalah anak perusahan.

Dan yang patut dibanggakan karena kehadiran anak perusahaan saat ini, PT Taspen saat ini hendak meletakan batu pertama gedung tertinggi di Asia Tenggara.(CN-01)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *