Ambon,cahayanusantara12.com
Bertempat di Gereja Georgia Benteng Atas Ambon, 17 anak mengikuti peneguhan Sidi baru yang dilaksanakan
oleh pendeta Jemaat, Poly Uspitany.
Kepada wartawan, di Ambon, Uspitany menjelaskan
kalau ke-17 anak tersebut sebelum
menerima sidi baru telah disiapkan selama 3 bulan. “Dengan sebuah keyakinan iman mereka nyatakan itu di hadapan
Tuhan Yesusdan disaksikan oleh
umat atau jemaat agar hendak mengikuti Tuhan Yesus sepanjang hidupnya.” Ujar Uspitany sambil
berharap dengan menerima anugerah
sidi baru ini mereka bisa melakukan perubahan sikap sebagaimana 10 orang kusta yang diajarkan dalam Kitab
Sucidimana mereka hanya tinggal
pada jarak yang jauh dan berteriak Yesus untuk menyembuhkan mereka dan minta mereka menunjukkan diri
kepada para imam dan di tengah
jalan mereka sembuh, namun nyatanya 9 orang kembali untuk mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Tuhan
Yesus melainkan hanya satu orang
saja yang kembali dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus dan dia diberkati Tuhan. Dikatakan, satu orang tersebut merasa bahwa dia tidak
bisa hidup karena penyakit yang
dialami adalah penyakit yang berbahaya sekali tapi karena Tuhan Yesus menolong dia, menyembuhkan dia
maka dia datang dan mencari Tuhan
Yesus dan memuji memuliakan Dia, kata Uspitany. Menurutnya, seperti halnya satu orang kusta yang
selamat itu, demikian halnya
dengan 17 anak yang mwenerima sidi baru itu, mereka diminta untuk mengikuti pola orang kusta yang tahu berterima
kasih. “Jadi orang yang bersyukur
adalah orang yang tahu berterima kasih tentang apa yang dialami”, jelas Uspitany. Uspitany berharap setelah menerima sidi baru anak-anak
ini kelak menjadi pengikut Tuhan
Yesus yang baik, yang setia yang selalu mencari Tuhan dalam kondisi apapun yang dihadapi.(CN-01).
oleh pendeta Jemaat, Poly Uspitany.
Kepada wartawan, di Ambon, Uspitany menjelaskan
kalau ke-17 anak tersebut sebelum
menerima sidi baru telah disiapkan selama 3 bulan. “Dengan sebuah keyakinan iman mereka nyatakan itu di hadapan
Tuhan Yesusdan disaksikan oleh
umat atau jemaat agar hendak mengikuti Tuhan Yesus sepanjang hidupnya.” Ujar Uspitany sambil
berharap dengan menerima anugerah
sidi baru ini mereka bisa melakukan perubahan sikap sebagaimana 10 orang kusta yang diajarkan dalam Kitab
Sucidimana mereka hanya tinggal
pada jarak yang jauh dan berteriak Yesus untuk menyembuhkan mereka dan minta mereka menunjukkan diri
kepada para imam dan di tengah
jalan mereka sembuh, namun nyatanya 9 orang kembali untuk mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Tuhan
Yesus melainkan hanya satu orang
saja yang kembali dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus dan dia diberkati Tuhan. Dikatakan, satu orang tersebut merasa bahwa dia tidak
bisa hidup karena penyakit yang
dialami adalah penyakit yang berbahaya sekali tapi karena Tuhan Yesus menolong dia, menyembuhkan dia
maka dia datang dan mencari Tuhan
Yesus dan memuji memuliakan Dia, kata Uspitany. Menurutnya, seperti halnya satu orang kusta yang
selamat itu, demikian halnya
dengan 17 anak yang mwenerima sidi baru itu, mereka diminta untuk mengikuti pola orang kusta yang tahu berterima
kasih. “Jadi orang yang bersyukur
adalah orang yang tahu berterima kasih tentang apa yang dialami”, jelas Uspitany. Uspitany berharap setelah menerima sidi baru anak-anak
ini kelak menjadi pengikut Tuhan
Yesus yang baik, yang setia yang selalu mencari Tuhan dalam kondisi apapun yang dihadapi.(CN-01).
