Ambon,Cahaya Nusantara
Suster Brigitta R Balubun kepada wartawan di sela-sela perayaan HUT ke 62 tahun dan syukuran ke 40
Tahun sebagai Biarawati PBHK serta Syukuran 32 Tahun
sebagai PNS Rabu (7/10) menjelaskan kalau
dirinya saat ini adalah Calon suster Tarekat Serikat Rosa Mistika (SRM) dalam bahasa Indonesia adalah Bunga Mawar
yang Gaib. Menurutnya
pada 1 Oktober setelah mendapatkan ijin dari Roma Brigitta sudah menandatangani Indulta atau permohonan
mundur karena Tarekat SRM
yang baru saat ini dirinya tidak lagi tinggal di Biara melainkan di tengah-tengah Masyarakat, sebab bekerja di
masyarakat dan tidak memakai kerudung.
Dipilihnya tanggal 1 Oktober untuk
menandatangani Indultan tersebut menurut
Brigitta, karena pada tanggal 1 itu adalah hari kesaktian Pancasila karena ayahnya adalah seorang pejuang
dan juga merupakan salah satu pejuang
pemuda Pancasila yang pertama di Langgur. Untuk
itu dirinya melaksanakan 3 perayaan sekaligus, yaitu 40 tahun bergabung dengan PBHK dan juga bertambah setahun usinya
menjadi 62 tahun dan juga bersamaan
pada hari yang sama Brigitta juga melepaskan jabatannya sebagai PNS selama 32 tahun mengabdi sebagai seorang Guru.
Ia menambahkan kalau selama 40 tahun kerja
kemanusiaan Univesial di PBHK, adalah
salah kerja kemanusiaan yang harus melayani bersama-sama sesuai dengan visi misi PBHK, yang mana harus bersama-sama,
hidup didalam Biara. Tetapi kenyataan
yang dijalaninya, selama konflik Ambon dirinya harus tinggal di tengah-tengah masyarakat selama 16 tahun,
dan yang dijalaninya itu sudah sesuai,
namun dalam Kaul ketaatan diakuinya kalau
dirinya tidak taat yang mana harus taat di bawah pimpinan. Diakuinya kalau selama itu dirinya sudah menjalankan
Visi misi Serikat Rosa Mistika tersebut,
yang mana para suster harus hidup di tengah-tengah
dunia ramai.,,” Dia harus berada di dunia, Dari dunia, bersama Dunia dan
menyelamatkan Dunia, untuk itu saya merasa lebih
cocok dengan visi Misi SRM,”ungkap
Brigitta. Ia menambahkan kalau pada
Serikat Rosa Mistika ada 3 Kaul yaitu ketaatan,
Kemurnian, dan kemiskinan, namun Kaul ketaatan di SRM berbeda de3ngan yang di PBHK, untuk Kaul Ketaatan pada
SRM bukan taat kepada Tuhan lewat
pimpinan seperti pada PBHK, melainkan taat pada Tuhan lewat Pengbdian. Sementara
terkait masa tugasnya sebagai PNS telah selesai dirinya menyatakan akan lebih masuk ke seluruh pelosok tanah
air, khususnya
Tahun sebagai Biarawati PBHK serta Syukuran 32 Tahun
sebagai PNS Rabu (7/10) menjelaskan kalau
dirinya saat ini adalah Calon suster Tarekat Serikat Rosa Mistika (SRM) dalam bahasa Indonesia adalah Bunga Mawar
yang Gaib. Menurutnya
pada 1 Oktober setelah mendapatkan ijin dari Roma Brigitta sudah menandatangani Indulta atau permohonan
mundur karena Tarekat SRM
yang baru saat ini dirinya tidak lagi tinggal di Biara melainkan di tengah-tengah Masyarakat, sebab bekerja di
masyarakat dan tidak memakai kerudung.
Dipilihnya tanggal 1 Oktober untuk
menandatangani Indultan tersebut menurut
Brigitta, karena pada tanggal 1 itu adalah hari kesaktian Pancasila karena ayahnya adalah seorang pejuang
dan juga merupakan salah satu pejuang
pemuda Pancasila yang pertama di Langgur. Untuk
itu dirinya melaksanakan 3 perayaan sekaligus, yaitu 40 tahun bergabung dengan PBHK dan juga bertambah setahun usinya
menjadi 62 tahun dan juga bersamaan
pada hari yang sama Brigitta juga melepaskan jabatannya sebagai PNS selama 32 tahun mengabdi sebagai seorang Guru.
Ia menambahkan kalau selama 40 tahun kerja
kemanusiaan Univesial di PBHK, adalah
salah kerja kemanusiaan yang harus melayani bersama-sama sesuai dengan visi misi PBHK, yang mana harus bersama-sama,
hidup didalam Biara. Tetapi kenyataan
yang dijalaninya, selama konflik Ambon dirinya harus tinggal di tengah-tengah masyarakat selama 16 tahun,
dan yang dijalaninya itu sudah sesuai,
namun dalam Kaul ketaatan diakuinya kalau
dirinya tidak taat yang mana harus taat di bawah pimpinan. Diakuinya kalau selama itu dirinya sudah menjalankan
Visi misi Serikat Rosa Mistika tersebut,
yang mana para suster harus hidup di tengah-tengah
dunia ramai.,,” Dia harus berada di dunia, Dari dunia, bersama Dunia dan
menyelamatkan Dunia, untuk itu saya merasa lebih
cocok dengan visi Misi SRM,”ungkap
Brigitta. Ia menambahkan kalau pada
Serikat Rosa Mistika ada 3 Kaul yaitu ketaatan,
Kemurnian, dan kemiskinan, namun Kaul ketaatan di SRM berbeda de3ngan yang di PBHK, untuk Kaul Ketaatan pada
SRM bukan taat kepada Tuhan lewat
pimpinan seperti pada PBHK, melainkan taat pada Tuhan lewat Pengbdian. Sementara
terkait masa tugasnya sebagai PNS telah selesai dirinya menyatakan akan lebih masuk ke seluruh pelosok tanah
air, khususnya
Maluku atau daerah-daerah terpencil untuk
mendirikan PAUD, baik seram timur, seram
barat, Masohi Maluku Tenggara Barat , MBD, Maluku Tenggara dan Dobo. Menurutnya ada beberapa tempat di Maluku yang masyarakat sudah menunggu uluran tangan orang-orang yang peduli
terhadap nasib anak-anak usia dini saat
ini. (CN-03)
mendirikan PAUD, baik seram timur, seram
barat, Masohi Maluku Tenggara Barat , MBD, Maluku Tenggara dan Dobo. Menurutnya ada beberapa tempat di Maluku yang masyarakat sudah menunggu uluran tangan orang-orang yang peduli
terhadap nasib anak-anak usia dini saat
ini. (CN-03)
