Ambon, cahaya-nusantara.com
Menyusul terhambatnya proses pencalon dan
Pelantikan raja Negeri 
Wahai, akhirnya terungkap juga ke permukaan
bahwasanya yang menghambat
jalannya
proses pencalonan dan pelantikan raja negeri itu diduga kuat

salah satunya adalah dari Saniri Negeri Wahai
sendiri.
Penegasan ini disampaikan
oleh Udin  Samsudin Latuian salah satu
Saniri Negeri Wahai Kecamatan Seram Utara Kabupaten
Maluku Tengah yang
namanya secara
sengaja ditip eks dan diganti oleh orang lain di dalam
SK Bupati Maluku Tengah kepada wartawan di Wahai pekan
lalu.
Dikatakan, sebenarnya faktor
yang menghamba proses pencalonan raja di
desa itu  adalah terletak pada saniri negeri di negeri itu sendiri
terutama ketua Saniri dan beberapa saniri negeri
yang  diduga selama
ini
mengambil manfaat dari jabatannya untuk mendapatkan manfaat
tertentu dimana mereka takut jika terjadi pergantian
maka sepak
terjang mereka akan
ketahuan dan sesuai hukum bakal harus bertanggung
jawab sehingga mereka sengaja mengulur-ulur waktu
dalam proses
tersebut bahkan
terkesan mencari-cari alasan untuk menghambat proses
pencalonan tersebut.
Menurutnya berbicara tentang mata rumah
perintah di Wahai memiliki
sejarah panjang mulai dari jaman leluhur yang
diperintah oleh Latu
kemudian di
Jaman Portugis sampai jaman Belanda menjajah di Indonesia
termasuk Maluku, dimana pada jaman Portugis yang
memerintah adalah
Patty tetapi di
jaman Belanda yang memerintah adalah Raja, kemudian
pada saat berlaku Undang-Undang N0.5 tahun 1979 di
desa Wahai pernah
di perintah oleh seorang Kepala desa yang namanya
Kepala Pemerintah yang bukan raja.
Oleh sebab itu jika sekarang ini sesuai dengan UU
Nomor 32 tentang desa dan negeri adat maka yang harus
memerintah di
negeri Wahai adalah
seorang raja maka yang  sesuai dengan adat adalah
dari keturunan Makatita, meskipun saat ini sedang
menguak ke permukaan
dua mata
rumah perintah yakni Rumatolokit dan Rolatu akan tetapi yang
harus menjadi raja adalah mata rumah perintah Rolatu
yang mencalonkan
Arsani Makatita sebagai calon raja. Sementara itu sebagaimana telah dilansir oleh media
ini sebelumnya
calon raja dari soa
perintah Rumatolokit yakni Yusuf Rumatolokit telah
mengundurkan diri dengan mengakui bahwa sebenar marga
Rumatolokit
bukanlah  mata
rumah perintah di negeri adat Wahai.(CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *