Ambon, cahaya-nusantara.co.id



Sebanyak 26 Taman Budaya se-Indonesia berpartisipasi dalam Temu
Karya Taman Budaya se-Indonesia ke-16 tahun 2017 yang berlangsung di Kota Ambon
Provinsi Maluku yang dibuka Gubernur Maluku, Said Assagaff di pelataran Taman
Budaya Maluku di Karang Panjang, kecamatan Sirimau, Kota Ambon Selasa 12/9
malam. Perhelatan event seni budaya nasional yang dirangkai dengan Pameran
Besar Seni Budaya ke-5 itu berlangsung 12-16 September 2017 dengan tema
“Ekspresi Peradaban Kebangsaan” menjadi ajang parade dan pakaian daerah
dari 26 provinsi, serta konser kolaborasi musik etnik dan moderen oleh sejumlah
artis asal Kota Ambon.
Dalam sambutan saat membuka perhelatan nasaional itu Gubernur
Said Assagaff mengatakan, penyelenggaraan event seni budaya nasional tersebut
dapat berdampak besar terutama merajut peradaban dan persaudaraan sejati
antarsesama anak bangsa melalui seni dan budaya. “Seni dan Budaya harus
menjadi salah satu jembatan perekat untuk membangun keadaban dan persaudaraan
anak bangsa di Indonesia, terutama menghadapi berbagai persoalan yang nyaris
menimbulkan disintegrasi bangsa dewasa ini,” tegasnya.
Menurutnya, seni budaya adalah media dialog dan perjumpaan yang mampu
melampaui sekat agama, suku, bangsa, warga kulit bahkan negara, sehingga diyakini
bisa menangkal berbagai persoalan yang marak akhir-akhir ini seperti praktek politik
identitas berdasarkan agama dan suku serta masifnya praktek ujaran-ujaran kebencian,
fitnah dan hoax di media sosial. “Seni budaya bisa menjadi salah satu
solusi untuk menekan, bahkan menghapuskan perbedaan serta menangkal berbagai
bentuk tindakan yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,”
katanya.
Menurut Gubernur, orang Maluku saat ini memandang seni dan
budaya sebagai media dialog dan perjumpaan sangat efektif karena terbukti dapat
menciptakan rekonsiliasi paska konflik sosial serta menjadi wadah untuk
mengembangkan Maluku sebagai laboratorium kehidupan beragama terbaik di
Indonesia. “Karena itu tidak mengherankan jika saat ini di Maluku terdapat
kolaborasi musik bernuansa Islam dan Kristen seperti musik Hadrat dan Sawat
(Islam) dengan Totobuang atau peniup terompet gereja (Kristen), di samping
berbagai bentuk kegiatan yang mengelaborasikan perpaduan budaya dan agama dalam
sebuah paduan harmonisasi budaya,” katanya.
Perkembangan seni dan budaya di Maluku saat ini banyak
dipengaruhi oleh budaya bangsa-bangsa di dunia terutama Cina, Arab, India dan
Eropa, diantaranya akulturasi seni budaya lokal dengan Islam dan Arab seperti
budaya Abdau di Negeri Tulehu, Pukul sapu di Mamala-Morela serta musik
Sawat-Hadrat. Begitu juga akulturasi budaya Arab dan Melayu seperti tarian
Dana-Dana serta campuran budaya lokal dengan budaya barat yang tercermin dalam
tarian katreji, musik hawaian, tari orlapei, dansa Ola-ola dan tari Cakaiba.
Dia berharap kedua event seni budaya yang dihadiri ratusan
seniman di tanah air dapat menjadi momentum pengembangan seni budaya secara
efektif maupun sumber inspirasi pembangunan peradaban bangsa dan negara di masa
mendatang. Diharapkan seni dan budaya bangsa yang kaya dan beragam dapat
diintegrasikan dalam proses pembelajaran di dunia pendidikan sebagai salah satu
instrumen transformasi peradaban yang sangat efektif untuk membentuk
kepribadian generasi bangsa dengan multi kecerdasan dan talenta.
Sesudah memberikan sambutan yang dipuncaki dengan pemukulan tiva
gubernur Kemudian menerima cendera mata dari ke-26 peserta Temu Karya. Menariknya
saat menerima satu cenfera mata dari salah satu Peserta yang memberikan
cenderamata berupa copiah (songko) secara spontan gubernur mamasang di di
kepalanya untuk beberapa daat sebelum menyerahkan kepada petugas atau panitia
penyelenggara. Selanjutnya sebelum santap malam bersama gubernur dan rombongan
menyaksikan suguhan sejumlah lagu hasil garapan seniman dan musisi asal Maluku
serta sebuah puisi dari bung Rudy Fofid yang sering disapa dengan sebutan opa
Rudy. Dan diakhiri dengan tarian cakalele nergayaodern dengan diiringi dengan
musik suling bambu. dan yang tak kurang menariknya lagi tampilnya penyanyi
dangdut Nurul Toisuta dengan dengan lagu Habib yang mengundang peserta dari
berbagai darrah ini secara spontan maju di depan panggung dan berjoget.(CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *