Ambon, cahaya-nusantara.co.id
Bertempat di aula Kantor
Kemenag Kabupaten Maluku Tenggara pembimas Katolik Kanwil Kemenag
provinsi Maluku Buce Fanulene atas nama Kakanwil Kemenag provinsi Maluku
membuka penyelenggaraan kegiatan Pembinaan Peningkatan kualitas Guru Agama
Katolik tahun anggaran 2018 bagi 30 guru Agama Katolik di Kabupaten Maluku
Tenggara. Dalam sambutannya Fanulene
mengatakan para guru agama katolik haruslah guru yang setiap saat harus
berusaha untuk mengembangkan diri dimana starting pointnya adalah perubahan
mainset dimana sebelumnya para guru berpikir dirinyalah yang paling hebat
dan yang paling pintar maka selaku pembimas dirinya mengajak para guru untuk
keluar dari cara berpikir dan dan cara pandang seperti itu dan bertanya pada
diri sendiri apakah dirinya sudah bernilai atau apakah sudah bermakna.
Kemenag Kabupaten Maluku Tenggara pembimas Katolik Kanwil Kemenag
provinsi Maluku Buce Fanulene atas nama Kakanwil Kemenag provinsi Maluku
membuka penyelenggaraan kegiatan Pembinaan Peningkatan kualitas Guru Agama
Katolik tahun anggaran 2018 bagi 30 guru Agama Katolik di Kabupaten Maluku
Tenggara. Dalam sambutannya Fanulene
mengatakan para guru agama katolik haruslah guru yang setiap saat harus
berusaha untuk mengembangkan diri dimana starting pointnya adalah perubahan
mainset dimana sebelumnya para guru berpikir dirinyalah yang paling hebat
dan yang paling pintar maka selaku pembimas dirinya mengajak para guru untuk
keluar dari cara berpikir dan dan cara pandang seperti itu dan bertanya pada
diri sendiri apakah dirinya sudah bernilai atau apakah sudah bermakna.
Mrnurutnya dengan cara
berpikir demikian maka para guru akan bermakna dan bernilai di dalam
dunia pendidikan. Kesempatan itu Fanulene
meminta oafa vuru untuk belajar dari filosofis sebuah mutiara yang lama
dibentuk dalam air biru yang dalam serta berada di dalam kerang yang
membutuhkan perjuangan untuk mendapatkan kerang itu di dalam dasar laut
kemudian dibelah oleh penyelam barulah mendapatkan sebiji mutiara yang bernilai
dan berharga dan tidak akan berubah dari generasi ke generasi lainnya.
berpikir demikian maka para guru akan bermakna dan bernilai di dalam
dunia pendidikan. Kesempatan itu Fanulene
meminta oafa vuru untuk belajar dari filosofis sebuah mutiara yang lama
dibentuk dalam air biru yang dalam serta berada di dalam kerang yang
membutuhkan perjuangan untuk mendapatkan kerang itu di dalam dasar laut
kemudian dibelah oleh penyelam barulah mendapatkan sebiji mutiara yang bernilai
dan berharga dan tidak akan berubah dari generasi ke generasi lainnya.
Sementara itu dalam
laporannya ketua panitia lenyelenggara kegiatan.Sius Mahur memgagakan tujuan
dari pelaksanaan kegiatan adalah membantu para guru dalam menyusun program
tahunan, program semester dan Kelengkapan Perangkat Pembelajaran yang seragam,
Disamping itu mempersiapkan para guru sebelum melaksanakan tugas di depan kelas
dengan persiapan yang baik. Selain itu penyelenggaraan
kegiatan pembinaan juga bertujuan menciptakan suasana kekeluargaan dan
persaudaraan, kesetiakawanan dan solidaritas di antara para guru dalam
mengemban tugas di bidang pendidikan agar tetap bersatu.
laporannya ketua panitia lenyelenggara kegiatan.Sius Mahur memgagakan tujuan
dari pelaksanaan kegiatan adalah membantu para guru dalam menyusun program
tahunan, program semester dan Kelengkapan Perangkat Pembelajaran yang seragam,
Disamping itu mempersiapkan para guru sebelum melaksanakan tugas di depan kelas
dengan persiapan yang baik. Selain itu penyelenggaraan
kegiatan pembinaan juga bertujuan menciptakan suasana kekeluargaan dan
persaudaraan, kesetiakawanan dan solidaritas di antara para guru dalam
mengemban tugas di bidang pendidikan agar tetap bersatu.
Kegiatan pembinaan tersebut
berlansung di bawah sorotan tema “Melalui Pembinaan Peningkatan
Kualitas Guru Agama Katolik Kita Wujudkam Sumber Daya Manusia yang
Profesional. Akuntabel, Berkarakter, Berkualitas dan Kompetitif”. Sedangkan peserta berjumlah
30 guru. Hadir dan ikut memberikan
sambutan Kepala sub bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kabupaten Maluku Tenggara
Mustakir Rumagorong, S.Sos.
berlansung di bawah sorotan tema “Melalui Pembinaan Peningkatan
Kualitas Guru Agama Katolik Kita Wujudkam Sumber Daya Manusia yang
Profesional. Akuntabel, Berkarakter, Berkualitas dan Kompetitif”. Sedangkan peserta berjumlah
30 guru. Hadir dan ikut memberikan
sambutan Kepala sub bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kabupaten Maluku Tenggara
Mustakir Rumagorong, S.Sos.
Kegiatan serupa juga
dilaksanakan di kota Tual pada sore harinya dengan melibatkan 30 guru agama
katolik yang tersebar di kota Tual. Kepada wartawan Pembimas
Katolik mengatakan dalam lawatan ke Maluku Tenggara pihak Panitia
penyelenggara dari Bimas Katolik Kanwil Kemenag sekalian melakukan pembinaan
bagi para guru agama katolik di kota Tual. Dimana dalam kegiatan
tersebut hadir dan ikut memberikan sambutan Kasubag TU kantor Kemenag Kota Tual.
Achmad Raharusun S.Pd.MM.Pd.
dilaksanakan di kota Tual pada sore harinya dengan melibatkan 30 guru agama
katolik yang tersebar di kota Tual. Kepada wartawan Pembimas
Katolik mengatakan dalam lawatan ke Maluku Tenggara pihak Panitia
penyelenggara dari Bimas Katolik Kanwil Kemenag sekalian melakukan pembinaan
bagi para guru agama katolik di kota Tual. Dimana dalam kegiatan
tersebut hadir dan ikut memberikan sambutan Kasubag TU kantor Kemenag Kota Tual.
Achmad Raharusun S.Pd.MM.Pd.
Sementara itu kepada
wartawan di ruang kerjanya kemarin Pembimas katolik mengatakan kegiatan
serupa akan digelar pagi inii untuk 30 guru Agama Katolik di Saumlaki kabuoaten
MTB.(CN-02)
wartawan di ruang kerjanya kemarin Pembimas katolik mengatakan kegiatan
serupa akan digelar pagi inii untuk 30 guru Agama Katolik di Saumlaki kabuoaten
MTB.(CN-02)
