Ambon, cahaya-nusantara.co.id
Meskipun cuaca alam yang
tidak bersahabat namun puluhan warga Budha kota Ambon khusus berdoa di Wihara
Swarna Giri Tirta Gunung Nona Ambon. Ambon, Selasa 29/5. Kepada wartawan seusai
ibadah Ketua Walubi Maluku, W.Jaurissa mengatakan bagaimanapun kondisi alam,
entah panas atau pun hujan atau angin itu namanya pemberian Tuhan bahkan
seperti hari ini hujan lebat tetapi bukan masalah, sebagai manusia tetap
bersyukur karena sesungguhnya di balik itu ada hikmat yang dikehendaki oleh
Yang Maha Kuasa.
tidak bersahabat namun puluhan warga Budha kota Ambon khusus berdoa di Wihara
Swarna Giri Tirta Gunung Nona Ambon. Ambon, Selasa 29/5. Kepada wartawan seusai
ibadah Ketua Walubi Maluku, W.Jaurissa mengatakan bagaimanapun kondisi alam,
entah panas atau pun hujan atau angin itu namanya pemberian Tuhan bahkan
seperti hari ini hujan lebat tetapi bukan masalah, sebagai manusia tetap
bersyukur karena sesungguhnya di balik itu ada hikmat yang dikehendaki oleh
Yang Maha Kuasa.
Selanjutnya Jaurissa
mengatakan hari tri Suci waisak dalam keyakinan umat Budhis dapat
melakukan kebaktian Waisak dengan aman
tenteram apalagi dikawal oleh aparat Kepolisian. Oleh sebab itu sebagai
pimpinan Walubi Jaurissa memberikan apresiasi kepada aparat keamanan baik dari
Polda Maluku maupun dari jajaran Polres Pulau Ambon dan Pp. Lease yang dapat
melakukan pengamanan bagi warganya yang merayakan ibadah Waisak dengan rasa
tenang dan aman.
mengatakan hari tri Suci waisak dalam keyakinan umat Budhis dapat
melakukan kebaktian Waisak dengan aman
tenteram apalagi dikawal oleh aparat Kepolisian. Oleh sebab itu sebagai
pimpinan Walubi Jaurissa memberikan apresiasi kepada aparat keamanan baik dari
Polda Maluku maupun dari jajaran Polres Pulau Ambon dan Pp. Lease yang dapat
melakukan pengamanan bagi warganya yang merayakan ibadah Waisak dengan rasa
tenang dan aman.
Dikatakan makna terdalam
dari tema Perayaaan Trisuci Waisak tahun 2562 ini yakni “Transformasikan
Kesadaran Delusi Menjadi Kesadaran Murni” mengandung arti sangat luas
menandakan bahwa membutuhkan waktu untuk mentransformasikan suatu hal apakah
itu pelajaran ataupun informasi perlu waktu yang cukup panjang. Sebab itu butuh
waktu yang cukup untuk memahami informasi ataupun pelajaran apapun berita atau
pelajaran untuk selanjutnya mengambil hikmat dengan baik maka percaya manusia
akan muncul dengan pikiran yang positif yang disebut dengan kesadaran murni yang berdampak pada
pengambilan langkah-langkah yang positif. Untuk dapat membangun kebersamaan,
harmonisasi dan perdamaian sesuai dengan tanggungjawab kita yang berada di mana
pun sebagai umat yang beragama.
dari tema Perayaaan Trisuci Waisak tahun 2562 ini yakni “Transformasikan
Kesadaran Delusi Menjadi Kesadaran Murni” mengandung arti sangat luas
menandakan bahwa membutuhkan waktu untuk mentransformasikan suatu hal apakah
itu pelajaran ataupun informasi perlu waktu yang cukup panjang. Sebab itu butuh
waktu yang cukup untuk memahami informasi ataupun pelajaran apapun berita atau
pelajaran untuk selanjutnya mengambil hikmat dengan baik maka percaya manusia
akan muncul dengan pikiran yang positif yang disebut dengan kesadaran murni yang berdampak pada
pengambilan langkah-langkah yang positif. Untuk dapat membangun kebersamaan,
harmonisasi dan perdamaian sesuai dengan tanggungjawab kita yang berada di mana
pun sebagai umat yang beragama.
Jaurissa berharap dan
menghimbau kepada semua elemen terutama sebagai umat budhis bahwa harmonis dan
kedamaian adalah inti dari kehidupan karena tanpa harmonis dan kedamaian adalah
sia-sia dalam kehidupan. Oleh sebab itu ia mengajak semua elemen untuk
senantiasa membangun harmonisasi dan kedamaian di dalam hidup ini.(CN-04)
menghimbau kepada semua elemen terutama sebagai umat budhis bahwa harmonis dan
kedamaian adalah inti dari kehidupan karena tanpa harmonis dan kedamaian adalah
sia-sia dalam kehidupan. Oleh sebab itu ia mengajak semua elemen untuk
senantiasa membangun harmonisasi dan kedamaian di dalam hidup ini.(CN-04)

