Ambon,Cahaya_nusantara.co.id

Umat Paroki Hati Kudus Yesus Batu Gantung Ambon merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Tersuci Yesus Kristus pada Hari Minggu 3 Juni dengan Komunio pertama bagi 32 anak di paroki itu lewat tangan pastor paroki Anthon Kaseger, MSC.
Perayaan diawali dengan penerimaan ke-32 anak yang diantar oleh kedua orang tua mereka di pintu masuk gedung gereja oleh pastor paroki dengan terlebih dahulu memasang lilin yang berada di tangan anak penerima sambut baru kemudian berarak-arak masuk dalam gereja diiringi lagu ke depan altar aku melangkah seraya bermadah gembira ria.

Selanjutnya dalam khotbahnya pastor Paroki Anthon Kaseger, MSC mengatakan setiap tahun paroki HKY merayakan hari raya Tubuh dan Darah Kristus secara berbeda karena bersamaan juga  dengan merayakan  Novena Hati Kudus Yesus. Dan secara lebih khusus lagi  pada tahun 2018 ini dirayakan dengan komunio pertama bagi 32 anak.
Seraya bersyukur kepada Tuhan Kaseger selanjutnya mengatakan sesudah ke-32 anak ini menerima  sakramen inisiasi yang pertama, yaitu sàkramen Baptis, kini mereka menerima sakramen inisiasi yang kedua, yaitu Sakramen Ekaristi – yang telah didahului dengan Sakramen Tobat.
Kepada para orangtua Komunio pertama bahkan semua umat yang hadir pastor Paroki berpesan seraya mengingatkan bahwa anak-anak yang baru pertama kalinya menerima Komunio pertama ini akan belajar dari orang tua dan sesama warga yang sudah lebih dulu menyambut Tubuh dan darah Kristus sehingga diharapkan dapat memberikan contoh yang baik serta menuntun mereka untuk senantiasa dapat bertemu dengan Tuhan dalam  tubuh dan darah Kristus yang disambut setiap menghadiri perayaan Ekaristi Kudus.
Sementara itu Ketua Dewan Pastoral Paroki HKY, Jhon Dumatubun dalam sambutan pada acara sermonial di  aula Paroki seraya mengucapkan terima kasih kepada para pembina yang mempersiapkan ke-32 anak yang terima komunio pertama dan juga para ketua rukun serta seksi- seksi terkait ia juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua anak dan mengingatkan anak-anak agar rajin mengikuti perayaan ekaristi sebagaimana diingatkan oleh pastor paroki setelah menyambut tubuh Kristus dalam komunio pertama. Ia pun mengajak peserta komunio pertama ini agar bergabung dengan kelompok Putra-putri Altar (PPA).
Sementara itu Ketua Panitia Komunio

Pertama Ny. Olivia Rumlus, S.Sos, MA dalam laporannya mengatakan meskipun dalam kurun waktu hanya 3 minggu panitia bekerja namun ia bersyukur atas dukungan pastor paroki dan terutama pengertian dan dukungan orangtua calon komunio pertama akhirnya kegiatan komunio pertama dapat berjalan lancar mulai dari perayaan di gereja sampai dengan syukuran di  aula dimana atas dukungan dana dari orangtua calon ajhirnya dapat dikumpulkan dana sebesar lebih dari 8 juta rupiah unruk penyeleggaraan kegiatan komunio pertama.
Menurut Rumlus jika dilihat dari sisi manusia waktu yang terlalu singkat mustahil akan terlaksana akan tetapi atas dorongan dari pastor paroki dan Hati Kudus Yesus yg menjadi pelindung paroki maka semuanya berjalan lancar oleh sebab itu selaku ketua panitia Rumlus mengucapkan syukur kepada Tuhan serta berterima kasih kepada pastor paroki yang senantiasa memberikan support dan dorongan serta orangtua komunio pertama yang meskipun terkadang mengeluh akan tetapi demi buah hati tercinta tetap maju terus.
KOMUNI BUKAN SAJA SEBAGAI SUATU RUTINITAS BELAKA
Sementara itu di tempat yang sama wakil orangtua Komunio Pertama Yandry Janwarin seraya berterima kasih kepada para pembina atas kerja kerasnya mendidik dan melatih serta membina peserta komunio pertama selama kurun waktu 3 minggu efektif bahkan waktu-waktu sebelum diumumkan tanggal pelaksanaan kimunio pertama ia mengatakan meskipun anak-anak ini telah menima tubuh dan darah kriatus untuk pertama kalinya dalam hidup mereka akan tetapi nereka masih belum sesungguhnya mengerti tenrang Sakramen Inisiasi yang kedua yang telah mereka terima sehingga masih perlu lagi bimbingan dari para pembina maupun orangtua yang senantiasa diharapkan tetap menuntun   mereka sehingga ke depan dapat memahami dengan sungguh makna dari Sakramen Inisiasi kedua yang diterima hari ini.

Meskipun demikian menurut Janwarin selaku orang tua dirinya merasa senang sambil merasa kagum melihat keceriaan anak-anak inj walaupun belum memahami  dengan sungguh tentang apa yang dialami pada hari ini tetapi baginya hal iru dipahaminya karena paling tidak hal ini merupakan hal yang pertama ketika mereka mencoba mengenal Yesus secara lebih dekat lagi dalam hildupnya.
Menyadari betapa beratnya membimbing dan mengarahkan anak-anak yang barusan menerima Yesus dalam dirinya dalam rupa tubuh dan darah Kristus. Janwarin meminta dukungan doa dari pastor paroki dan segenap umat paroki agar tugas ini bisa diringankan dan anak.-anak in kelak tetap membawa Yesus yang telah mereka terima  dalam hati mereka terus dibawa dalam pergaulan dan hidup mereka ke depan baik di rumah
, di sekolah dan dimana saja mereka berada.(CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *