Ambon, cahaya-nusantara.com
Gereja ini bukan fisik yang utama tetapi gereja ini kemudian menjadi tempat untuk membangun Gereja Kristus yang sejati. Gereja yang cinta akan Tuhan tetapi juga cinta akan sesama seperti yang setiap kali ditetakankan oleh Bapa Uskup.
Demikian antara lain penegasan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik kanwil Kemenag provinsi Maluku, Bernard Fanulene dalam sambutannya mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku yang berhalangan hadir pada acara peletakan batu pertama gedung gereja baru paroki Santu Ignasius Lanud Pattimura yang berlokasi di dusun Riang, desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon, Sabtu, 14/9.
Dikatakan, dalam undangan panitia tertulis bahwa pembangunan gedung gereja yang baru ini dimaksudkan sebagai kado bagi Uskup .P.C. Mandagi yang merayakan 25 tahun menjabat sebagai Uskup Diosis Amboina.
Menurut Pembimas jika pembangunan ini sebagai kado maka umat paroki Laha harus bisa menghidupi semangat Bapa Uskup Mandagi yang selalu menekankan cinta kasih dimana-mana. Cinta terhadap Tuhan tetapi juga cinta terhadap sesama, cinta yang tulus. Ini sejalan dengan apa yang menjadi mantra dari Kementerian agama yakni moderasi beragama dan membangun kebersamaan.”Jadi Gererja itu moderat maka hidup masyarakat dan umat beragama itu semakin lebih baik”ujarnya.
Di hadapan seluruh umat serta para undangan yang hadir selanjutnya Pembimas mengatakan khusus dalam Bimas Katolik mempunyai visi yakni 100 persen katolik dan 100 persen Pancasilais yang searah dengan harapan Gereja universal khususnya nasional.
Ia menyebutkan kalau 100 persen katolik itu sudah dijalankan dan tak perlu diragukan lagi, tetapi menjadi Pancasilais 100 persen ini yang perlu terus dihidupkan. Olehnya di kesempatan itu Pembimas Fanulene mengatakan kalau keabsahan Gereja Katolik itu ada pada Ditjen Bimas Katolik, “mungkin dari segi anggaran kurang tetapi gaya agama katolik sebagai satu lembaga itu…atau pengakuan negara itu simbolnya ada pada Bimas Katolik, mulai dari Dirjen sampai yang paling bawah yakni di kota Ambon” ujarnya.
Di kesempatan itu Fanulene menjelaskan posisi dan peran Ditjen Bimas Katolik yang mesti dipahami oleh umat Katolik, khususnya bagi umat paroki Santu Ignasius Lanud Pattimura.
Dikatakan, jika pihaknya diundang selaku Pembimas Katolik berarti merupakan perpanjangan tangan dari Dirjen Bimas Katolik. Ibarat dalam Gereja, ada Uskup ada Pastor Paroki, jelasnya seraya menjelaskan jika Bimas Katolik itu adalah rumah bagi masyarakat katolik.di provinsi Maluku.
Sementara itu Wakil Uskup Wilayah pulau Ambon Pastor Amandus Oratmangun, Pr dalam sambutannya mengatakan pembangunan gedung gereja baru yang telah diawali dengan peletakan batu pertama ini bukan merupakan tujuan melainkan hanya merupakan sarana untuk sampai pada tujuan yakni keselamatan Oleh sebab itu jangan sampai terjadi bahwa setelah gereja selesai maka umat pun selesai dan tidak masuk untuk beribadah melainkan tinggal saja di rumah. “Saya mau tegaskan bahwa gereja hanya sarana bukan tujuan. kalau kita bangun gereja sebagai tujuan maka setelah gereja selesai kita juga selesai, mati, jadi setelah selesai bangun gereja kita tinggal di rumah saja”tegasnya.
Selain itu Wakil Uskup juga mengingatkan umat Katolik Laha bahwa pembangunan gereja yang baru yang bakal dijadikan pusat Gereja Paroki bukan berarti melupakan gereja sebelumnya di dalam kompleks TNI AU . Sebaliknya menurut pastor Oratmangun, gereja itu tetap menjadi gereja katolik yang nantinya akan menjadi gereja stasi dimana tetap akan menjadi tempat pelayanan sakramen-sakramen, tetapi pusat paroki akan berpindah ke lokasi gereja baru nanti. Oleh sebab itu Ia berharap umat tidak boleh melupakan dan meninggalkan gereja itu.
Wakil Uskup wilayah pulau Ambon ini juga minta kepada pastor paroki Laha agar tidak menjadikan lokasi gereja baru ini menjadi tempat yang ekslusif dan tertutup bagi sekelilingnya melainkan daerah yang mesti terbuka bagi orang lain.
Sementara itu Kepaka Bagian Organisasi Pemkot Ambon berkenan membacakan sambutan tertulis dari Walikota Ambon yang pada initinya memberikan dukungan kepada masyarakat dan umat Kayolik Laha atas upaya pembangunan gedung gereja yang telah diawali dengan peletakan batu pertamanya.
Menariknya bahwa meskipun tidak menyebutkan nilai yang bakal dibantu oleh Pemkot kepada paroki melalui panitia pembangunan akan tetapi wakil pemeeintah kota Ambon ini berjanji bakal melaporkan kepada Walikota Ambon untuk membantu panitia pembangunan khususnya dan masyarakat katolik di paroki tersebut.(CN-02)


