Ambon, cahaya-nusantara.com
Ketua Stering Commite (SC) Sinode III Keuskupan Amboina (KA) tahun 2019, Pastor Bernard Rahawarin, Projo menjelaskan pada hari kedua Sinode III KA tahun 2019 kegiatan seluruhnya berfokus pada rekoleksi yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta secara bathin untuk menghadapi proses selanjutnya.
Demikian antara lain penjelasan pastor Rahawarin kepada wartawan di Gonsalo Veloso Karang Panjang Ambon, Selasa, 10/9.
Dikatakan dalam proses hari pertama Sinode atau hari kedua setelah pembukaan Sinode III KA tahun 2019 ini peserta diberikan kekuatan rohani agar pertama-tama menyadari bahwa proses sinode adalah sebuah proses rohani dimana aktor utama Sinode adalah Roh Kudus yakni Tuhan sendiri sehingga peserta berpartisipasi dalam pekerjaan ini dalam kerjasama dengan Tuhan.sehingga Sinode tidak jatuh dalam ekstrim menata sebuah organisasi yang sekulir bahkan tidak beriman.
Selanjutnya menurut pastor Rahawarin di hari kedua pelaksanaan Sinode III KA tahun 2019 atau hari ketiga setelah pembukaan, Gubernur Maluku, Irjen. Pol (Purn) Murad Ismail akan hadir di tengah-tengah peserta sinode dan akan memberikan arahan kepada peserta Sinode tentag visi pemerintah daerah Maluku terkait pembangunan Maluku ke depan.
Menurut Ketua SC ini dengan mengetahui tentang visi pemprov Maluku maka Sinode dibantu untuk bekerja dan bersinergi dengan pemerintah.
Pada hari kedua nanti Sinode akan menampilkan 3 pembicara pertama yakni, Uskup Diosis Amboina Mgr. P.C Mandagi MSC dilanjutkan dengan pemateri kedua dari Pemprov Maluku Utara yakni Wakil Gubernurnya Ali Yasin Ali serta Gubernur Maluku Murad Ismail.
Setelah itu penyajian materi dari tim ahli yakni dari Romo Hertanto yang akan memberikan konteks kepada peserta tentang eklesiologi yang mencakup bagaimana Gereja hidup, berjuang dan Mandiri. Disusul narasumber ahli yang kedua akan memberikan konteks yang lebih luas yaitu tentang masyarakat milinial dengan ciri-cirinya kemudian bagaimana menyikapinya.
Sementara itu ditempat terpisah Ketua panitia (OC) Sinode III KA tahun 2019 Titus Renwarin kepada wartawan mengatakan Gubernur Maluku bakal menyampaikan kebijakan penerintah daerah yang merupakan visi dan misinya sekaligus apa yang telah dikerjakan selama 100 hari kerja. di hadapan peserta sidang Sinode.
Menurutnya dengan menyampaian visi dan misi Gubernur yang merupakan kebijakan daerah yang tertuang dalam RPMP gubernur bisa ditunjang oleh hasil Sinode nanti dengan demikian terjadi sinergitas KA sebagai mitra pemda dalam konteks tema Gereja membaharui diri dan memurnikan dirinya untuk membangun kehidupan menggereja di abtara umat.
Dengan demikian pemerintah harus didukung, tegas Renwarin yang juga sebagai Kepala Biro Organisasi di lingkup Pemprov Maluku ini.(CN-04)


