KabMBD, cahaya-nusantara.com
Kebijakan Pemerintah untuk Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (tatanan hidup baru) bagi 102 daerah di Indonesia, sebagai upaya untuk membangkitkan kembali roda perekonomian yang semakin menurun. Adaptasi Kebiasaan Baru menggambarkan kondisi dimana kegiatan sehari-hari berjalan seperti biasanya namum yang berbeda keseharian ini dilakukan berdasarkan protokol kesehatan yang telah dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Maluku Barat Daya termasuk salah satu daerah yang telah ditetapkan Pemerintah untuk penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru.
Untuk merealisasi pelaksanaan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru di Kabupaten Maluku Barat Daya maka perlu dilakukan langkah-langkah strategis dalam implementasi.
Bertempat di Gedung Serbaguna Kota Tiakur pada hari Senin (15/06/2020), Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Th. Noach, ST yang didampingi oleh Ketua DPRD, Kajari Kab. MBD, Kapolres MBD, Pabung TNI AD MBD beserta Sekretaris Daerah menyelenggarakan rapat bersama dengan para Pimpinan OPD, Camat Moa, para Kepala Desa dan Tokoh Agama terkait dengan persiapan pelaksanaan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru di Kabupaten Maluku Barat Daya.
Bupati Maluku Barat Daya dalam rapat tersebut menitikberatkan pada kesiapan masyarakat dan aparatur dalam penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru di Kabupaten Maluku Barat Daya. Langkah-langkah strategis perlu dilakukan yaitu mempersiapkan fasilitas-fasilitas kesehatan yang diperlukan saat ini dalam kondisi baik dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai antara lain ambulans khusus untuk darat dan laut, pelatihan bagi para tenaga medis dalam menangani kasus Covid-19 melalui video conference, menetapkan checkpoint di seluruh bandara dan pelabuhan yang ada di Kabupaten Maluku Barat Daya. Dan yang terpenting adalah kesiapan masyarakat dalam memasuki tatanan hidup yang baru, sehingga seluruh aparatur diharapkan dapat mengedukasi masyarakat melalui sosialisasi dan himbauan. Selain itu Bupati juga menyampaikan penyelenggaraan Pilkada 2020 tetap dilaksanakan di tahun ini, sehingga perlu adanya persiapan-persiapan Pilkada terkait dengan perlengkapan alat pelindung bagi Panitia Pilkada, kesiapan lokasi-lokasi TPS, serta persiapan Acara Pembukaan dan Penutupan Pilkada sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Tempat-tempat ibadah sudah dapat dibuka dan aktif seperti biasa dengan penerapan protokol kesehatan, Satgas akan ditugaskan untuk memeriksa persiapan-persiapan yang telah disiapkan oleh tempat ibadah.
Ketua DPRD Kab.MBD, A.P.Tunay, A.Md menyampaikan terkait dengan checkpoint untuk Covid-19 tidak akan hanya terpusat namun akan ada penetapan checkpoint di seluruh pelosok dari kecamatan sampai ke desa-desa. Pelaksanaan sosialisasi diharapkan melibatkan seluruh tenaga medis yang tekait dalam kegiatan sosialisasi tentang Adaptasi Kebiasaan Baru, pelaksanaan protokol kesehatan ini diberbagai pelosok-pelosok, dan dengan secara teknis akan dijelaskan penyebab penularan Covid-19. Selanjutnya terkait dengan persiapan Pilkada, diharapkan agar dilengkapi dengan dukungan komunikasi saat pada perekapan data dan pelaksanaan tahapan-tahapan lainnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Kab. MBD, Herwin Adriono, SH menyampaikan Pemerintah Daerah harus mendukung keputusan dari Pemerintah Pusat untuk menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru, sebagai pelayan masyarakat harus mensosialisasikan tatanan Adaptasi Kebiasaan Baru sampai ketingkat masyarakat. Kemudian Pemerintah Daerah mulai membuka akses transportasi yang mana merupakan perwujudan pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru, sehingga program-program pemerintah dapat berjalan sesuai dengan kerangka yang ada.
Kapolres MBD, AKBP. S. Norman Sitindaon, S.ik menyampaikan tentang kesiapan Gugus Tugas mengenai checkpoint pada saat pembukaan akses transportasi, perlu dilakukan penunjukan personil yang dapat menjalankan tugas dengan baik dalam mengamati checkpoint tersebut. “Tentang kesiapan Gugus Tugas yang pertama lebih memperkuat kembali pintu-pintu masuk ke kabupaten ini, dari tingkat kabupaten, kecamatan, maupun tingkat desa, untuk pintu masuk contoh pelabuhan, di bandara kita harus betul-betul memperkuat pintu-pintu masuk tersebut dengan cara membentuk checkpoint di masing-masing pintu masuk yang sudah terdata dan teridentifikasi, contohnya di Pelabuhan Kaiwatu, kemudian di Bandara Tiakur”, tutur AKBP S. Norman Sitindaon, “Bukan hanya dicheckpoint saja, tapi perlu kita siapkan prasarana-prasarana yang tentunya akan mempengaruhi pelaksanaan checkpoint tersebut”.
Pabung TNI AD Kab. MBD, Mayor Inf. H. Taborat menyampaikan Pandemi Covid-19 sendiri menimbulkan resesi disegala bidang terutama resesi ekonomi dapat menghancurkan sebuah Negara, sehingga perlu ada ketahanan Negara, ketahanan daerah, ketahanan keluarga namun yang paling penting adalah ketahanan pangan dalam menghadapi resesi ini, oleh karena itu perlu adanya pembukaan lahan-lahan pertanian baru untuk menjamin tersedia kebutuhan pangan non beras, karena Kabupaten Maluku Barat Daya bukan daerah penghasil beras. Stabilitas harga bahan pokok, masker dan alat pelindung lainnya sudah menjadi bahan pokok dari standar kehidupan baru yang telah ditetapkan, sehingga perlu adanya pengendalian harga-harga bahan pokok.
Materi pembahasan dalam rapat ini antara lain, pengendalian transportasi masuk dan keluar ke Kabupaten Maluku Barat Daya dengan didasarkan pada surat edaran menteri, kesiapan fasilitas kesehatan khususnya APD dan sarana prasarana, legitimasi perawat yang perlu diperhatikan, kondisi perekonomian masyarakat khususnya pasokan bahan pokok dan bahan penting, kesiapan pengaktifan tempat-tempat ibadah, sekolah dan usulan pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi di PSDKU
Dengan Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru dapat menormalkan kembali perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Maluku Barat. Masyarakat diharapkan agar selalu mentaati dan melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan berpedoman pada protokol kesehatan yang telah ditetapkan, dan juga mendukung terlaksananya Pilkada 2020 serentak ditengah Pandemi Covid-19.
“Kiranya rapat hari ini menjadi awal upaya kita menuju Adaptasi Kebiasaan Baru yang baik untuk masyarakat Maluku Barat Daya,” tutur Benyamin Th. Noach, ST, “Kita akan evaluasi terus , dibuka sekarang, tetapi dalam evaluasi satu dua hari dalam satu minggu kedepan ini berbahaya, maka tutup lagi, jadi semua titik kita harus jalan betul supaya memastikan bahwa jalannya Adaptasi Kebiasaan Baru kita tidak menutup malah kita membuka dan membuka terus, akhirnya kita menjadi normal dengan gaya hidup yang baru,”(CN-01).


