KotaAMBON, cahaya-nusantara.com
Keluarga Besar Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik (STPAK) Santo. Yohanes Penginjil Ambon memulai tahun akademik 2020/2021 dengan merayakan Ekaristi secara bersama di gedung Gereja St. Joseph Poka Rumahtiga Ambon. Sabtu, 05/09/2020.
Perayaan dipimpin langsung oleh Pastor Ketua STPAK, RD Andreas Sainyakit didampingi RD. Jhon Luturmas.
Kepada wartawan usai peryaan Ekaristi, pastor Sainyakit mengatakan tema sentral yang dipakai dalam perayaan Ekaristi pembukan tahun akademik 2020/2021 ini mengacu pada moto tahbisan Uskup Diosis Amboina, Mgr. P.C. Mandagi, MSC yakni “Nil Nisi Christum” (tidak ada apa-apa selain Kristus).
Dikatakan, dengan moto Bapa Uskup ini civitas akademika STPAK Ambon menyadari bahwa tidak memiliki apa-apa sehingga mengawali perkuliahan dengan hanya mengandalkan Kristus. “Karena kami percaya di tengah kondisi seperti ini dimana sangat rentan terhadap virus Covid-19 maka memang hanya mengandalkan Tuhan” ujarnya sambil menambahkan diputuskan untuk memulai aktivitas perkuliahan dengan misa dengan iman yang sungguh bahwa Tuhan hadir di awal aktivitas, Tuhan hadir di pertengahan bahkan sampai di akhir. Karena itu maka pilihan untuk memulai perkuliahan dengan melaksanakan perayaan Ekaristi bagi civitas STPAK Ambon.
Oleh sebab itu dalam perayaan Ekaristi, dimana Injil berbicara tentang aturan hari Sabbat, yang di dalamnya Yesus mengkritik orang-orang Farisi yang menterjemahkan hukum demi hukum, jadi seolah-olah manusia itu untuk hukum padahal Kata Pastor Sainyakit, hukum itu ada untuk manusia.
Menurutnya kondisi civitas akademika STPAK itu pun sama dimana pihaknya berupaya supaya pertama sabbat itu perlu ada dalam perjalanan. Sabbat artinya mengambil waktu untuk beristirahat. “Ada kata cukup untuk diri sendiri ketika kita bekerja lelah”. Oleh sebab itu menurut Pastor Sainyakit dalam khotbahnya dirinya mengajak para mahasiswa yang adalah calon guru-guru agama maka proses peekuliahan selama minggu berjalan tapi pada hari Sabbat “hari minggu” maka sebagai calon guru agama harus mengambil waktu untuk Tuhan.
Selanjutnya hal kedua yang sehubungan dengan regulasi, kata pastor Ketua STPAK, pihaknya memiliki banyak regulasi, baik yang menyangkut pritokol kesehatan maupun regulasi untuk tri dharma. Oleh sebab itu dalam perayaan Ekaristi itu dirinya menghimbau agar kalau bisa seluruh civitas akademika STPAK Ambon berjalan memulai tahun akademik dan berjalan dengan aturan, sebaliknya jangan tabrak aturan, karena jika berjalan dengan aturan maka sudah barang tentu ketertiban umum akan terjagan, bahkan aturan itu akan menyelamatkan seluruh civitas akademika. Sebagai contoh ia menyebutkan aturan protokol covid dimana jika tidak tertib dengan protokol ini maka akan cilaka. Bahkan memurut orang nomor satu di lingkungan STPAK Ambon ini aturan apapun yang diberlakukan akan tetapi jika tidak memperhatikan keselamatan maka akan berbahaya dan pada akhirnya membahayakan semua orang.(CN-01)


