Ambon, cahaya-nusantara.com – Bertempat di Tanah Misi Lateri. Kecamatan Baguala Kota Ambon, Minggu, 21/11/2021, Wakil Uskup Wilayah Pulau Ambon, Pastor Amamdus Oratmangun, Pr berkenan memimpin Ibadah Sabda Peletakkan Batu Pertama Pembangunan gedung gereja Santa Lucia -yang dihadiri oleh umat Stasi dan sejumlah pejabat pemerintah baik dari tingkat provinsi Maluku maupun dari pemerintah Kota Ambon serta wakil Rakyat dari DPRD Provinsi Maluku maupun dari DPRD kota Ambon.
Sebelum melakukan pemberkatan dan peletakan batu pertama, Wakil Uskup dalam khotbahnya seraya mengutip bagian Injil Matius 16 : 13-20, Kata Yesus kepadanya Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di Sorga dan Akupun berkata kepadamu Engkau adalah Petrus dan diatas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Menurut Wakil Uskup, parkataan Yesus mengandung konsekuensi bahwa semua orang yang mau mendirikan gedung gereja harus mengenal siapa itu Kristus, siapa pun yang mau membangun tempat ibadah harus mengenal siapa itu Yesus. Pastor juga berpesan dan mengajak umat Santa Lucia Tanah Misi Lateri agar dengan memulai karya besar ini lebih mengenal Yesus, semoga doa dan pergumulan umat didengar dan dikabulkan oleh Tuhan di Surga.
Sementara itu dalam sambutan tertulis Gubernur Maluku yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur menyatakan atas nama Pemerintah Daerah Maluku dirinya menyambut baik rencana Pembangunan gedung gereja Santa Lucia sebagai salah satu sarana peribadatan umat Katolik di Maluku umumnya dan secara khusus jemaat gereja stasi Santa Lucia Tanah Misi Lateri dalam rangka mewujudkan masyarakat Maluku yang religius.
“Pembangunan sebuah rumah ibadah merupakan bagian dari proses pembangunan jemaat artinya agar umat dapat beribadah secara khusus maka diperlukan sebuah gedung Gereja yang representatif yang memungkinkan berbagai aktivitas peribadatan dan pelayanan umat dapat dilakukan, “ucapnya.
Saat yang sama, Ketua Panitia Pembangunan Tupa Tampubolon, S.Kom., M.Si. dalam laporannya menjelaskan gagasan awal rencana pembangunan gedung gereja ini dimulai saat merebaknya virus Covid-19 yang melanda dunia termasuk di Kota Ambon sehingga Pemerintah mengeluarkan larangan pembatasan kegiatan yang menimbulkan kerumunan termasuk perayaan Ekaristi (Misa) ataupun ibadah-ibadah harian. Lanjutnya, “
Menurutnya, seiring dengan larangan tersebut Pastor Paroki St. Yohanes Maria Vianney Halong RD. Cayetanus Andreas Masriat membuat kebijakan untuk melakukan ibadah di masing-masing rukun.
Selanjutnya, Misa yang dilakukan pertama kali sekitar awal Agustus 2020 yang dipimpin RD. Agus Arbol di gedung Aula RT 006/ RW03 Kelurahan Lateri, setelah misa Pastor menyampaikan ide saatnya harus dibangun Kapel/gereja karena kondisi Aula yang kurang layak dan juga tidak dapat menampung umat yang semakin bertambah. Saat itu beberapa tokoh umat dan umat rukun yang hadir lantas mengiyakan ide tersebut. Melalui rapat yang dihadiri juga Ketua DPS Santo Antonius Halong menyetujui saya menjadi Ketua Panitia. Pada hari Minggu 6 September 2020, RD. Agus Arbol melantik Panitia dalam Misa yang juga dihadiri umat rukun.
Menutup laporannya Ketua panitia mengucapkan limpah terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon dan seluruh tamu undangan yang telah mendukung Pembangunan gedung gereja Santa Lucia dengan memberikan sumbangan serta bantuan untuk memperlancar proses pembangunan. “Semoga Tuhan memberkati kita semua, “ujarnya.
Sementara itu informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, hadir pada acara peletakan batu pertama tersebut antara lain : pejabat yang mewakili Gubernur Maluku (Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan), Ketua DPRD Provinsi Maluku, Ketua Pengadilan Tinggi Ambon (yang mewakili), Asisten 3 Kota Ambon, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Anggota DPRD Provinsi Maluku Tarsisius Fatlolon, Zeth Pormes, Anggota DPRD Kota Ambon.
Pimpinan Bank BNI Cabang Utama Ambon, yang mewakili Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku (CN-02)

