AMBON, cahaya-nusantara.com – Kepala Sekolah SMK Negeri 7 Ambon Amry Pelluw, S.Pd, melalui Ketua Panitia Ujian Tahun 2022, Dra. Rosina Haurissa mengatakan ujian Akhir Sekolah tahun 2022 di sekolahnya berlangsung sukses, 245 siswa peserta ujian seluruhnya melaksanakan ujian meskipun 2 orang di antaranya mengikuti ujian di rumah lantaran sakit.
Demikian antara lain penjelasan Haurissa kepada wartawan di ruang kerjanya di SMK Negeri 7 Ambon, Senin, 21/3/2022.
Dikatakan, Ujian akhir sekolah yang telah dimulai Senin, 21/3 akan berlangsung 5 hari sampai dengan Jumat, 25/3/2022 dengan peserta ujian berjumlah 245 siswa dimana seluruhnya siap menghapi ujian termasuk dua di antaranya lantaran sakit akhirmya mengikuti ujian di rumah masing-masing dengan cara diantarkan soal ujian untuk dikerjakan di rumah siswa.
Menurutnya, ujian teori ini dilakukan di sekolah dengan menggunakan sistim off line dengan menggunakan komputer sehingga menekan biaya jika dibandingkan dengan ujian berbasis kertas. Untuk itu menurutnya diberlakukan 3 sif perharinya. “Kita menggunakan sistem komputer dengan cara soal-soal ujian diinput di komputer menggunakan aplikasi”ujarnya.
Dijelaskan pembagian waktu ujian tiga sesi sehari mengingat ketersediaan komputer tidak mencukupi bila dilaksanakan sekaligus. Dengan demikian diatur sedemikian rupa sehingga masing-masing sesi diikuti oleh 83 peserta ujian sehingga per sesinya langsung 2 mata pelajaran sehingga mengantisipasi jangan sampai pulangnya kemalaman. “Jadi sesi terakhir itu kita pulang setengah enam sore”imbuhnya.
Kepada wartawan Haurissa juga menjelaskan sesudah ujian teori maka akan dilanjutkan dengan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang akan berlangsung pada tanggal 28 s.d. 31 Maret 2022 nanti. Dan sebelumnya juga telah dilaksanakan ujian praktek yang mencakup Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan. Karena pihaknya tetap berpedoman pada juknis yang diturunkan dari dinas pendidikan. “Jadi yang praktek hanya itu, pendidikan jasmani, Olah raga dan Kesehatan yang disingkat dengan PJOK.
Menurutnya ujian praktek itu sendiri berlangsung selama 8 hari karena pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat dimana dari satu kelas yang jumlahnya 30an dibagi menjadi 2 kelompok dengan 2 penguji sehingga satu hari satu kelas yang melakukan ujian praktek.(CN-03)
