AMBON, cahaya-nusantara.com – Bertempat di Aula SMA Pertiwi (SMAPER) Selasa, 19/7/2022, Pengawas Pembina SMA Pertiwi Ambon, Drs. Elvis Kolelsi, M.Si berkenan membuka kegiatan In House Tranning (IHT) Implementasi kurikulum Merdeka bagi para guru sekolah tersebut.

Kepada wartawan usai membuka sekaligus memberikan materi selaku narasumber dalam kegiatan dimaksud, Kolelsi mengatakan, tujuan dari IHT tersebut adalah untuk menyatukan persepsi tentang konsep-konsep Merdeka belajar bagi para guru pegawai di SMAPER Ambon lewat implementasi kurikulum Merdeka.

Menurutnya, ini hal yang baru karena SMA Swasta SMAPER Ambon bukan merupakan salah satu sekolah pengerak akan tetapi dirinya meberikan apresiasi kepada Kepala sekolah yang mengambil langkah yang sangat tepat dan maju dengan penyelenggaran IHT sebagai semacam sosialisasi untuk para guru dan pegawai tentang apa sebenarnya kurikulum merdeka belajar itu sendiri.

Menurutnya, jika para guru telah memahami konsep-konsep baru ini maka tinggal bagaimana mengimplementasikan dalam praktek belajar mengajar di sekolah tersebut. Oleh karena pada Permendikbudristekyang menjadi dasar hukumnya nomor 56/M/2022 yang baru saja diganti pada bulan kemarin dengan Permendikbudristek 262 bahwa kurikulum ada 3 kurikulum yang berlaku di RI yakni kurikulum K-13, Kurikulum Darurat dan kurikulum Merdeka. Dimana pemberlakuannya disilahkan kepada sekolah untuk memilihnya.

Disebutkan kurikulum Merdeka yang merupakan kurikulum baru ini pun terdapat tiga opsi, masing-masing Opsi Mandiri belajar, opsi Mandiri Berubah dan opsi Mandiri berbagi.

Selanjutnya, menurut Kolelsi kalau Mandiri Belajar masih tetap menggunakan K-13 akan tetapi prinsip-prinsip belajarnya sudah menganut kurikulum Merdeka dimana perangkatnya masih tetap K-13

Kalau opsi kedua yakni opsi berubah maka perangkat pembelajarannya disiapkan oleh Mendikbudristek dan guru hanya mengajar saja. Sedangkan opsi ketiga yakni berbagi maka sekolah mengembangkan kurikulumnya sendiri.

Sementara itu di tempat yang sama Kepala SMAPER Ambon, Wempie.M.G.Mapussa,S.Pd,M.Pd. mengatakan tujuan pelaksanaan IHT ini untuk memperkenalkan kurikulum yang baru ini ibarat pakaian baru yang mesti dicoba dengan demikian pelatihan ini dibuat untuk menyamakan presepsi meberikan pemahaman tentang kurikulum Merdeka sehingga para guru bisa memahaminya karena kebetulan di sekolahnya belum ada guru penggerak. (CN-03)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *