MBD, Cahayanusantara.com

Salah satu Pemuda Asal PP. Babar, Lamberth J. Laipeny angkat bicara akibat mangkraknya pekerjaan rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana sekolah di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Tepa. 

Laipeny menuturkan, pekerjaan rehabilitasi dan renovasi sekolah ini merupakan paket pekerjaan Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Pemukiman Provinsi Maluku. 

“Proyek ini sudah harus selesai 100 persen kalau dihitung berdasarkan waktu pelaksanaan 240 hari kalender terhitung tanggal kontrak 19 Maret 2021 tahun lalu”, ungkap Laipeny.

Secara tegas Ia meminta pelaksana proyek yakni PT. Bumi Permata Kendari dan pihak Satker Pelaksanaan Prasarana Pemukiman Provinsi Maluku dapat memberikan klarifikasi dan mengambil langkah dalam penyelesaian bangunan tersebut.

Ia menjelaskan, renovasi 3 ruang belajar di SD Negeri 1 Tepa memang menjadi kebutuhan penting guna mendukung proses belajar mengajar, namun hingga kini, belum rampung.

“Pekerjaan masih belum rampung, terutama kaca, jendala, manumata dan tahap finishing. Namun karena mendesak, maka para guru sudah  menggunakan ruang tersebut sambil berharap, kontraktor dapat menyelesaikan pekerjaan”, jelasnya.

Dari informasi dari papan proyek yang dipajang, pihak kontraktor ini bukan hanya bertanggungjawab membangun bangunan SD di tepa saja tetapi ada 15 lokasi lain yang tersebar di MBD dan KKT dengan nilai proyek mencapai Rp. 23 milyar lebih.

Laipeny berharap, pelaksana proyek dan juga pihak satker Pelaksanaan Prasarana Pemukiman Provinsi Maluku sesegara mungkin menyelesaikan proyek dimaksud apalagi sudah di penghujung tahun 2022 ini. Jangan masyarakat terutama orang tua, para guru dan anak murid dirugikan cara seperti ini.

“Aktifitas pekerjaaan sudah tidak ada lagi bahkan para pekerja tidak kelihatan di lokasi, padahal ini sudah mau dua tahun. Kontraktor harus bertanggungjawab, karena kalau tidak, bisa fatal dan berdampak hukum”, harapnya.(CN-10)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *