AMBON, cahaya-nusantara.com 

Ketua Panitia Pembangunan gedung Gereja Pusat Paroki Masohi  gereja St. Yohanes Penginjil Masohi, Andreas Intan mengatakan salah satu dasar untuk membangun gedung gereja St.Yohanes Penginjil Masohi adalah jumlah umat yang terus bertambah di Masohi sehingga membutuhkan sebuah gedung gereja yang memadai dan lebih layak dalam melakukan aktivitas pelayanan kerohanian pastoral.

Demikian antara lain penegasan Ketua Panitia Pembangunan dalam laporannya saat pentahbisan dan pengresmian hari Sabtu, 3/9/2022.

Dikatakan, pastor paroki kala itu bersama panitia pembangunan  dan umat katolik bahu membahu meskipun dalam kekurangan berupaya menggalang dana dengan cara dan upaya sehingga bisa mengumpulkan sejumlah dana untuk memulai pembangungan gereja.

Disebutkan, Pastor Pembantu, Pastor Alfons Hayon, SVD  dengan caranya terus memotivasi umat untuk memberikan dari kekurangan disamping terus berupaya menggalang dana dari donatur-donatur yang berbaik hati untuk menyumbang.

Disebutkan pula pemerintah Kabupaten di bawah kepemimpinan H. Abdulah Tuasikal di tahun 2012 telah mengalokasikan sejumlah dana untuk pembangunan gedung gereja ini. Demikian juga di masa kepemimpinan H. Abua Tuasikal, SH turut mendukung sejumlah dana kepada panitia.

Selanjutnya Ketua Panitia, Andreas Intan bersama  dengan istri telah dengan cuma-cuma menyediakan fasilitas yang dimiliki untuk dipergunakan dalam mendukung proses pembangunan.Bahkan ibu Venska Intan melalui Toko Liang pun turut mengambil bagian dengan menyediakan bahan-bahan bangunan yang bisa diambil oleh panitia dengan membayar secara tunai maupun secara piutang yang dibayarkan secara angsuran oleh panitia pembangunan.

Ada banyak  donatur juga turut  menyumbang kepada panitia untuk melanjutkan gereja pusat paroki St. Yohanes Penginjil Masohi, donator tersebut adalah dalam internal paroki maupun donatur dari daerah yang lain yang dengan rela dan tulus terus  menyumbang baik dalam bentuk finansial maupun material sebutnya.

Sementara itu keterlibatan umat stasi maupun umat rukun di pusat paroki disebut ketua panitia telah dengan nyata menyumbang  pikiran dan tenaga untuk kerja-kerja masohi.

Selanjutnya menurut Intan pembangunan gedung gereja pusat Paroki St. Yohanes Penginjil Masohi berlangsung selama kurang lebih 10 tahun.

“Gedung gereja Pusat Paroki Santo Yohanes Penginjil Masohi sebagai Ikon relegius yang menjadi tempat berseminya dan bertumbuhnya iman umat akan Allah Sang Pencipta”ujarnya.

Intan menambahkan pula bahwa di balik kegiatan pembangunan gereja ini terkandung makna yang mendalam untuk untuk direfleksi yakni kebersamaan untuk saling perduli, kerelaan untuk saling memberi dari kekurangan maupun dari kelebihan maupun kesadaran akan Tuhan dalam setiap peristiwa pembangunan.

Selaku ketua panitia  Andreas Intan menyebutkan suksesnya pembangunan gedung gereja atas dukungan dana Pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tengah, Biro Bimas Katolik Kementerian Agama RI di jakarta, sumbangan dana dari keluarga Andreas Intan, sumbangan dana aspirasi dari DR. Andi Munazir Intan anggota DPRD Provinsi Maluku, sumbangan dana dari Pengusaha Katolik Keuskupan Amboina, sumbangan dana dari donatur yang murah hati, sumbangan dana dari keluarga besar Takandare di Semarang.

Menurutnya, bangunan gereja baru ini menelan dana 5 milyar 7 ratus lima puluh juta.(CN-01)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *