MBD, cahaya-nusantara.com
“Bersyukur bagi Tuhan, akhirnya tanaman vanili kami berbuah”, ungkap Angki Ruff salah satu anggota kelompok tani Wodoni, Desa Batu Merah Kecamatan Damer MBD.
Ruff menjelaskan budidaya tanaman vanili tidaklah mudah, harus ada perlakuan khusus, karena kalau tidak demikian maka pasti vanili tersebut tidak akan berbuah.
Perkawinan vanili (Vanilla planifolia) terjadi dengan penyerbukan pada bagian organ bunga. Penyerbukan alami dapat terjadi dengan adanya peran serangga. Apabila penyerbukan berhasil, terjadi pelayuan pada bagian pokoknya dan akan muncul polong kecil setelah seminggu kemudian.
“Proses perkawinan ini yg harus sangat hati-hati dan butuh tenaga kerja. Kalau ada 100 pohon maka kira² terdapat 1.000 bunga yang harus dilakukan proses perkawinan”, jelasnya.
Ia pada kesempatan tersebut, ia mengucapkan terima kasih bagi Pemda MBD terutama Dinas Pertanian yang sudah memberikan pelatihan dan pendampingan hingga pembangunan bak dan pipanisasi di lokasi budidaya tanaman vanili.
“Kami berterima kasih untuk bapa Bupati MBD dan Dinas Pertanian karena pendampingan yang intens membuat kami bersemangat dan hari ini mulai kelihatan hasilnya”, tutur Ruff.
Untuk diketahui harga vanili kering saat ini berkisar US$80-150 per kg, namun untuk grade gourmet bisa mencapai US$150-175 per kg.
Mengutip situs Vanili Indonesia, harga vanili tahun 2022 diprediksi masih akan melejit. Untuk vanili kering batangan diprediksi bisa mencapai Rp5,2 juta per kg, harga vanili basah Rp600.000 per kg. (CN-10)

.jpg)