AMBON, cahaya-nusantara.com
“Panitia LGJI tidak mencampuri penilaian dewan juri”, demikian penegasan Richard Rahakbauw saat melakukan kompres di Karpan, Selasa, 21/10/2023.
Rahakbauw, selaku panitia dan pendukung kegiatan LGJI Youth Ambon Island meluruskan pemberitaan yang kemudian terjadi kegaduhan di media Tiktok, FB maupun Instagram terkait dengan pilihan juri terhadap juara 1 sampai juara 6.
Rahakbauw mengatakan, pertama bahwa “Saya tekankan sekali lagi, panitia LGJI Youth Ambon Island tidak pernah mencampuri atau melakukan intervensi terhadap penilaian yang di lakukan oleh dewan juri, karena kita ketahui bersama- sama bahwa juri yang kita datangkan itu bukan juri dari kalangan masyarakat tetapi juri yang memang dipilih langsung oleh TNI, Polri, AD maupun AL karena itu pilihannya independen tanpa di intervensi oleh panitia sedikitpun. Jadi kemenangan kemarin itu tanpa ada intervensi dari panitia. Kepada masyarakat bahwa dalam technical meeting sudah ditegaskan bahwa kalau kemudian ada kesalahan yang di lakukan oleh tim dari peserta segera melakukan komplain ke google klaim. Pada saat peserta akan melakukan techinical meeting itu kami sudah mengirimkan link ke seluruh peserta dan kami minta para peserta untuk menginformasikan kepada masyarakat kembali supaya masyarakat juga memberikan penilaian terhadap barisan-barisan yang melewati jalur- jalur yang sudah ditentukan, supaya apa? Kemudian ada kesalahan yang di lakukan oleh peserta itu segera di kirimkan ke google klaim untuk kita melakukan diskualifikasi”
Sebagai contoh yang terjadi pada no peserta 77 peserta SD yang salah satu pesertanya adalah anak SMP. ketika masyarakat konfirmasi ke google klaim langsung juri konfirmasi ke panitia dan panitia langsung memanggil officialnya dan ketika di tanya ada anak yang sudah SMP walaupun berumur 12 tahun langsung diskualifikasi
Itu menunjukan independensi panitia dalam rangka mengakomodir klaim yang di lakukan masyarakat di google klaim.
Selanjutnya, untuk juara pertama umum itu klaimnya pada saat itu ketika sudah selesai pengumuman pada jam 23:45 setelah acaranya sudah selesai baru di klaim. Kalau seperti itu kita tidak bisa lagi menarik hadiah dan piala yang kita berikan.
“Bayangkan panitia berapat selama 5 jam, 5 jam itu di beri kesempatan memberikan masukan terkait dengan barisan salah yang di lakukan oleh para peserta tapi sampai 5 jam kami menunggu dan pengumuman itu tidak ada satupun dari peserta maupun masyarakat yang melakukan klaim terhadap juara 1 umum, dan ketika kami mengumumkan juara 1 umum baru selesai jam 23:45 menit baru ada klaim ke panitia”.
Ditambahkan, “Inikan satu hal yang salah dan karena itu keputusan juri yang telah di ambil tanpa ada klaim kami anggap bahwa mereka menang dan itu tidak dapat di ganggu gugat oleh karena itu kami luruskan sehingga kemudian tidak ada salah tafsir bahwa panitia kong kali kong dan lain sebagainya.”
Selanjutnya, juri pada saat mereka melakukan tabolasi data itu mereka meminjam salah satu rumah warga yang ada di OSM, “nah, karena laptop panitia drop mereka meminjam anak yang dirumah itu punya laptop , tiba-tiba sudah ada beredar pengumuman juri sebelum pengumuman.”
“Saya marah waktu itu, termasuk saya marah ketua panitia kenapa begitu ceroboh?. Karena itu kami lagi cari siapa yang mengumumkan itu dahulu. Dia harus melakukan permintaan maaf atau kita akan proses hukum.”
kami sudah bekerja sama dengan polisi akan melakukan pelacakan siapa siapa yang lebih dulu mengumumkan itu ke publik melalui Tiktok , FB dan Instagram. ini sesuatu yang tidak benar yang di lakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab”
Juri tidak pernah melakukan publikasi sebelum melakukan pengumuman juara itu. “Inikan perbuatan yang tidak bertanggung jawab. untungnya ketika di keluarkan pengumuman itu sesuai dengan hasil keputusan juri,coba kalau berbeda kan jadi masalah.”
Rahakbauw, panitia tidak mengambil keuntungan dari LGJI ini, pendaftaran yang di lakukan oleh peserta itu dewasa 84 peserta,110 peserta SD total 74 juta jadi panita tidak mengambil keuntungan.
Akhirnya tak lupa Rahakbauw mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak seraya menyampaikan permohonan maaf ketika ada kekurangan kekurangan yang panitia lakukan,” tutupnya. (CN-05)

