AMBON, cahaya-nusanyara.com

Uskup Diosis Amboina, Monsigneur (Mgr) Seno Ngutra mengatakan sebelum menjadi Uskup Diosis Amboina dirinya selama kurang lebih 7 tahun menjadi tenaga dosen di Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik (STPAK) St. Yohannes Penginjil Ambon dan setelah menjadi Uskup juga dirinya merasa ada ikatan yang cukup besar dengan kampus STPAK St. Yohannes Penginjil Ambon.

Penegasan ini disampaikan Uskup Seno Ngutra dalam sambutannya saat menghadiri wisuda sarjana pada STPAK St. Yohannes Penginjil Ambon, Selasa, 12/12/2023.

Dikatakan, alasan kedekatan dengan STPAK Ambon karena pertama dirinya yang pernah jadi dosen dan merasakan apa yang dirasakan oleh para dosen yakni secara ilmu mereka punya ilmu yang sangat tinggi dibarengi pengabdian yang sngat besar walaupun di titik ini kesejahteraan para dosen belum  seimbang dengan gelar dan pengabdian mereka.

Uskup mengutip pendapat dari salah satu pastor yang berkata sebagai pastor paroki kurang pendapat tapi banyak pendapatannya, sementara sebagai dosen banyak pendapatnya tapi kurang pendapatannya karena tidak banyak intensif untuk mereka. Akan tetapi Uskup kemudian mengatakan dirinya merindukan ke depan siapa pun dosen di STPAK harus sejahtera, karena jika mereka sejahtera maka mereka akan membina mahasiswa dengan baik dan penuh tanggungjawab.

Kedua Khusus untuk para mahasiswa, sejak dirinya menjadi dosen tapi juga sekrang menjadi uskup maka perhatiannya kepada mahasiswa tidak hanya sebatas pemberian bekal ilmu pengetahuan di otak karena itu hampir setiap liburan semester dirinya mencari dana supaya para mahasiswa turun ke tengah umat,Mereka turun untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak, orang muda di paroki-paroki yang ada di Keuskupan Amboina, dengan latar belakangnya supaya ilmu yang diterima para mahasiswa tidak hanya sebatas teori tetapi harus dipraktekkan langsung kepada umat di tengah-tengah karya pelayanan.

Menarik bahwa 17 di antara 19 wisudawan kali ini Uskup membayar uang wisuda mereka sebesar 4.500.ribu setiap orang dengan catatan mereka menjalani masa kontrak 1 tahun dengan keuskupan menjadi katekis voluntir terutama untuk paroki-paroki pinggiran atau di pedalaman.

“Jadi mereka akan kontrak setahun dengan saya sebagai Uskup Diosis nanti tanggal 1 Februari 2024 s.d Februari 2025 mereka akan menjadi Katekis Voluntir”ujar Uskup

 Seelanjutnya setelah 1 tahun mereka boleh memutuskan untuk meneruskan lagi untuk kontrak satu tahun jika belum ada pekerjaan, tapi setelah tahun pertama mereka bebas untuk tes PNS atau apapun yang mereka inginkan bersama dengan orangtua.

Menariknya bahwa Uskup Seno juga menyampaikan dirinya juga telah berpikir untuk meningkatkan SDM para katekis Voluntir, karena itu untuk tahun 2023 Uskup telah mengirim 6 orang lulusan STPAK untuk melanjutkan S2nya di Jogyakarta dan Malang.

Di kesempatan itu juga Uskup menyampaikan rencana membangun sebuah asrama bagi mahasiswa STPAK demi meningkatkan kualitas belajar para mahasiswa serta terjaminnya pembinaan karakter dan spiritual para mahasiswa sebab pengalaman selama ini para mahasiswa kebanyakan berada di rumah-rumah keluarga dan kos-kosan sehingga terkadang perhatian untuk mengikuti kegiatan rohani seperti perayaan Ekaristi ataupun ibadah sabda di rukun-rukun agak kurang.

Terkait dengan rencana tersebut maka  Seno secara transparan meminta dukungan dari Dirjen Bimas Katolik yang hadir di kesempatan itu

Demikian halnya untuk peningkatan sumberdaya Tenaga Dosen di STPAK, Uskup juga meminta bantuan dan perhatian dari Dirjen Bimas Katolik serta Direktur Pendidikan Tinggi Agama Katolik yang juga hadir didampingi oleh Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Maluku.(CN-05)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *