AMBON, cahaya-nusantara.com 

Dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, Permabudhi bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental, meluncurkan program pengentasan stunting. Program ini terdiri dari tiga gerakan utama: Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Mandiri, dan Gerakan Indonesia Bersatu.

Kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh sekertaris Kesbangpol Provinsi Maluku Egmon Sinai seraya memberikan apresiasi dan penghormatan kepada Permabudhi,dikantor Desa Negeri Hative kecil, Selasa 9/7/2024.

Di hadiri oleh Sekjen Permabudhi pusat,Pembimas Kemenko PMK provinsi Maluku,Kesbangpol Provinsi Maluku yang di wakili oleh sekertaris Kesbangpol Provinsi Maluku,Ketua FKUB yang sekaligus merupakan Ketua MUI provinsi Maluku,Raja Negeri Hative kecil,Kepala puskesmas Hative Kecil,Ketua Permabudhi provinsi Maluku serta dua puluh lima penerima paket stunting dari Permabudhi.

Dalam sambutannya sekjen Permabudhi Pusat Erwin Tijoe S.T,M.Com menjelaskan Stunting menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Pada tahun 2022, angka stunting nasional berada di kisaran 21%, sementara di Maluku mencapai 26%, melebihi angka nasional . permasalahan stunting menjadi tantangan besar yang membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak.

“Permasalahan stunting tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah. Kita perlu keterlibatan semua pihak, baik swasta, pemerintah, dan organisasi masyarakat untuk bersatu padu mengatasi masalah ini,” ujar Sekjen Permabudhi.

Dalam konteks ini, Gerakan Indonesia Bersatu hadir untuk menggalang kerjasama lintas sektor. Program ini menargetkan anak-anak bangsa yang diharapkan menjadi pilar Indonesia Emas 2045.

Dalam  program sosialisasi ini, Permabudhi Maluku memberikan  25 paket perbaikan Gizi berupa daging,susu dan telur untuk anak anak  selama tiga bulan berturut-turut dan Setiap minggu,tim permabudhi Maluku akan melakukan monitoring dan pengukuran tinggi badan anak anak untuk memastikan ada perkembangan signifikan dalam pencegahan stunting.
” Program ini tidak hanya memberikan paket bantuan,tetapi juga melibatkan komunikasi aktif dengan orang tua untuk memastikan perubahan mental dalam pemberian makanan bergizi,” tambah Erwin.

Erwin juga memberikan mandat kepada ketua  Permabudhi Maluku untuk bekerja sama  dengan Puskesmas setempat untuk memantau perkembangan anak anak hingga program ini selesai.

Permabudhi, organisasi persatuan umat Buddha Indonesia yang berdiri sejak 2018, telah memperluas jangkauan ke 35 provinsi di seluruh Indonesia. Didirikan oleh delapan organisasi, Permabudhi berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam berbagai program lintas agama dan lintas organisasi demi kerukunan umat beragama di Indonesia.
“Kami berharap kerja sama antara pusat dan daerah terus terjalin dengan baik. Bantuan ini adalah langkah awal dari gerakan yang berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung program program serupa di masa depan,” tutup Ewin

Permabudhi mengajak semua pihak untuk bersatu dan berkolaborasi demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik, bebas dari stunting, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.


Ditempat yang sama Pembimas Budha kanwil kemenag Provinsi Maluku Sujianto,S.Ag,M.M

menyampaikan penghargaan yang tak terhingga kepada Persatuan Umat Buddha Indonesia, baik dari pengurus pusat maupun pengurus di Provinsi Maluku Yang telah bekerja sama dengan Kemenko PMK dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Kementerian Agama, sebagai bagian dari pemerintah, turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini, dengan kewajiban untuk bekerja sama dengan organisasi masyarakat dalam menanggulangi stunting.

Persoalan stunting merupakan masalah bersama, sehingga seluruh lapisan masyarakat memiliki kewajiban yang sama dalam memeranginya. Hal ini penting untuk menyiapkan generasi emas yang unggul dan cerdas pada tahun 2045. Keterlibatan organisasi masyarakat sebagai mitra pemerintah sangat dibutuhkan untuk menuntaskan persoalan ini.

Upaya pencegahan dan penanganan stunting harus dilakukan sejak dini melalui penyuluhan, pembinaan, dan pendampingan khususnya bagi ibu hamil dan menyusui serta anak-anak yang baru lahir. Hal ini penting untuk menyiapkan generasi yang unggul untuk Indonesia pada tahun 2045 yang akan datang.

Mari kita bersinergi untuk membangun bangsa ini dengan mendukung dan melaksanakan program-program pencegahan stunting. Ini adalah tugas dan kewajiban kita bersama untuk memastikan Indonesia dapat sejajar dengan negara-negara lainnya.

Ketua Forum umat beragama( FKUB) yang adalah ketua MUI provinsi Maluku, Ustadz.Dr.Abdullah Latuapo dalam sambutannya memberikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Permabudhi Provinsi Maluku dan Permabudhi Pusat atas kerjasama dengan pemerintah sehingga program ini dapat dilaksanakan di Maluku.
“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Permabudhi Provinsi Maluku dan Permabudhi Pusat atas kerjasama dengan pemerintah sehingga program ini bisa dibawa ke Maluku. Ini adalah suatu kebanggaan bagi kita semua,” ujar Ketua FKUB Maluku.

Ia juga menegaskan pentingnya mendukung program ini secara penuh karena tujuannya adalah untuk menyelamatkan generasi muda anak anak bangsa “Program ini dilaksanakan dengan kerjasama pemerintah dengan Permabudhi seluruh Indonesia, dan untuk wilayah timur, yaitu Maluku. Kita harus mendukung sepenuhnya karena tujuannya adalah untuk menyelamatkan generasi muda kita,” tambahnya.

Sebagai perwakilan FKUB Provinsi Maluku, ia menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam menangani masalah stunting. “Kami dari FKUB selalu bekerja sama dengan pemerintah, TNI, Polri, dan berbagai macam tokoh agama serta masyarakat untuk menjaga keamanan dan kerukunan antar umat beragama agar kehidupan kita bisa hidup rukun, aman, dan damai,” katanya.

Kegiatan sosialisasi stunting ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang pentingnya asupan gizi yang cukup untuk anak-anak, serta meningkatkan kesadaran akan peran penting kerjasama antara pemerintah dan berbagai lembaga dalam mengatasi masalah stunting,”ujarnya.

 

Kesempatan itu juga raja negeri Hative kecil Ir.J.Muryani juga memberikan apresiasi kepada Permbudhi Maluku maupun Permabudhi pusat atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat negeri Hative kecil yang terkena dampak stunting.

Di Negeri Hative Kecil, terdapat 32 RT dan 14 posyandu yang aktif dalam mengantisipasi dan menangani kasus stunting. Posyandu ini tidak hanya fokus pada pemberian gizi dan pemeriksaan kesehatan anak-anak, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada ibu hamil. Pemberian pemahaman tentang pentingnya asupan gizi selama kehamilan menjadi salah satu kunci untuk mencegah stunting sejak dini.

“Kami sangat berterima kasih kepada Permabudhi yang telah memberikan sosialisasi dan paket bantuan kepada keluarga atau anak-anak yang termasuk dalam kategori stunting. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar J Muriani.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pemeriksaan kesehatan rutin, baik bagi ibu hamil maupun anak-anak. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Permabudhi, langkah menuju Indonesia bebas stunting semakin nyata.(CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *