AMBON, cahaya-nusantara.com

Kepala SMA Negeri Ambon, Wempy Mapussa mengatakan sebagai salah satu SMA di kota Ambon yang saat ini memiliki sebuah lapangan Basket yang lengkap dan terbaik dirinya bertekad untuk mengembangkan potensi para siswa di sekolahnya di bidang Olah Raga Basket, hal ini sangat didukung dengan latar belakang sejarah lembaga yang dipimpinnya itu pernah memiliki nama besar di bidang olah raga basket pelajar bukan saja di tingkat lokal tetapi sampai di tinggal regional, ditambah lagi dengan potensi yang dimiliki oleh sang kepala sekolah yang memiliki. Basic seorang guru olah raga.

Hal ini disampaikan Mapussa kepada wartawan yang menemuinya di ruang studio digital sekolah, Kamis, 7/11/2024.

Dikatakan, sekolahnya pernah memiliki grup Basket wanita dengan nama “Gelatik”. Lagi pula untuk saat ini lapangan basket yang dimiliki sekolahnya cukup bagus dan lengkap jika dibandingkan dengan lapangan basket milik sekolah lain di kota Ambon. Oleh sebab itu  ke depan dirinya bertekad untuk menghidupkan kembali nama besar Gelatik yang saat ini sedang berdiam diri.

“Gelatik mau berkicau kembali dari kaki gunung Amahusu.”ujarnya.

Sementara itu dari pantauan media ini rupanya tekad dari sang kepala sekolah yang memiliki basic pendidikan Olah raga ini bukanlah sebuah mimpi semata karena telah ditindaklanjuti dengan menghadirkan seorang bakal pelatih yang mumpuni yang juga pernah memiliki reputasi luar biasa dalam menangani “Gelatik” di masa jayanya paskah konflik kemanusiaan di kota Ambon beberapa waktu lalu. Dia adalah mantan guru di SMA Negeri 6 Ambon, Marthen (Ateng)  Takaendengan. 

Pa Ateng, sapaan akrabnya, sebelum pensiun dari sekolah tersebut tercatat sudah beberapa kali mengantarkan tim gelatik menjuarai sejumlah event di kota Ambon, bahkan sempat membawa timnya bertanding di luar Maluku.

Sementara itu, Pa Ateng yang ditemui saat berkunjung ke bekas sekolahnya mengatakan, dirinya siap membantu lembaga yang pernah menjadi rumahnya itu untuk menghidupkan kembali olah raga basket di sekolah tersebut jika itu dikehendaki oleh pihak sekolah.

Kepada wartawan Takaendengan menceritakan pengalamannya saat menangani tim Gelatik.

“Dulu beta masih ada di sekolah ini perkembangan Basket itu mulai dari tahun 2010, 2010 itu beta mulai tangani basket sampai tahun 2016,”ujarnya sambil menambahkan sejak dirinya menangani tim basket maka SMA Negeri 6 Ambon selalu mendapat juara dalam semua event.

“Semua event kegiatan tetap SMA 6 juara dan pesaing paling berat itu di pak Empy (Kepsek SMA 6 saat ini) karena dulu pak Empy masih mengajar ada di SMA Negeri 4.

Tiap kali event final Katong bakudapa tarus. 3 kali kalo seng salah.”kenang pak Ateng sambil menambahkan demikian halnya saat kepala SMA 6 saat ini berpindah ke SMA Negeri 2 pun rivalitas persaingan di bidang basket terus berlanjut, bahkan saat berada di SMA Negeri 2 Ambon dirinya bertemu lagi di tingkat Popnas di Pekan Baru.

Menurutnya dengan prestasi itu akhirnya dirinya lalu membentuk organisasinya yang namanya club Galatik.

Selanjutnya Takaendengan menjelaskan tentang alasan mengapa menggunakan nama Galatik. Ini bertolak dari kondisi letak sekolah yang berada di gunung sehingga mengambil nama burung Gelatik sebagai nama dari club basket putri SMA Negeri 6 Ambon kala itu.

Menurutnya burung gelatik itu burungnya kecil tapi lincah. 

“Beta pake filosofi itu. Lalu pendiriannya sampai dengan Notaris lengkap semua lalu Beta kasih masuk proposal nya ke dinas pendidikan provinsi dan bersyukurlah Katong dapat bantuan sampai dengan 2016,”sebutnya.

Ia berharap dengan adanya bapak Kepala sekolah ( Pak Empy) di sekolah tersebut ditambah lagi dengan lapangan basketnya sudah memenuhi syarat, walaupun belum secara keseluruhan tapi rasanya sudah harus kembalikan kejayaan Gelatik itu lagi.

“Saatnya untuk genjot Gelatik itu lagi.”tutupnya.(CN-03)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *