AMBON, cahaya-nusantara.com

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas Maluku terus memperkuat kapasitas dalam menghadapi tantangan penyelamatan di wilayah yang memiliki cakupan perairan yang sangat luas. Dengan tanggung jawab mencakup sebelas kabupaten dan kota, Basarnas Maluku berupaya menambah personel dan pos penyelamatan guna meningkatkan kecepatan respons terhadap kondisi darurat.

Kepala BNPP (Basarnas) Maluku, M. Arafah, S.H., M.Si., dalam wawancara di kantornya,Kamis 9/1/2025 mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya memiliki enam pos penyelamatan yang tersebar di beberapa wilayah strategis, yaitu:

1.Pos BNPP Seram Bagian Timur: 6 personel,

2.Pos BNPP Tual: 6 personel,

3.Pos BNPP Kepulauan Aru: 6 personel

4.Pos BNPP Saumlaki: 6 personel

5.Pos BNPP Banda: 6 personel

6.Pos BNPP Pulau Buru: 6 personel
Setiap pos tersebut dilengkapi dengan rigid inflatable boat (RIB) berkecepatan 30-40 knots yang mampu merespons cepat dalam operasi pencarian dan pertolongan. Selain itu, Tual dan Ambon masing masing memiliki kapal penyelamatan sepanjang 40 meter yang digunakan untuk mendukung operasi penyelamatan di wilayah Maluku Tenggara, Maluku Barat Daya, hingga Kepulauan Aru.

Rencana Pembukaan Pos Baru di SBB dan MBD
Meski telah memiliki enam pos dengan dukungan alut yang memadai, Arafah menegaskan bahwa BNPP atau lebih di kenal dengan Basarnas Maluku masih membutuhkan peningkatan jumlah personel dan pos baru, terutama mengingat luasnya wilayah kerja dan tingginya potensi kecelakaan di perairan.

“Melihat cakupan wilayah kerja yang luas, kami berencana membuka pos baru di Seram Bagian Barat (SBB) dan Maluku Barat Daya (MBD). Ini menjadi prioritas kami mengingat kebutuhan mendesak di kedua daerah tersebut,” ungkapnya.

Untuk mendukung rencana tersebut, BNPP (Basarnas) Maluku mendapat tambahan kuota 28 personel baru pada tahun 2025. Namun, setelah proses seleksi CPNS dengan metode Computer Assisted Test (CAT), hanya 20 orang yang berhasil lolos ke tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Kami berharap 20 peserta yang telah lolos SKB ini dapat lulus semua sehingga kebutuhan personel di pos baru bisa tercukupi. Jika jumlahnya berkurang, tentu akan menjadi tantangan bagi kami dalam mengoperasikan dua pos baru ini,” jelas Arafah.

Dalam upaya pembukaan pos di SBB dan MBD, BNPP (Basarnas) Maluku akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten setempat.

Arafah menambahkan bahwa pihaknya menunggu pelantikan kepala daerah yang baru sebelum melanjutkan koordinasi formal terkait pembentukan pos tersebut.

“Kami sangat membutuhkan dukungan pemerintah daerah untuk kelancaran operasional di SBB dan MBD. Kerjasama ini penting agar keberadaan BNPP (Basarnas) dapat berjalan efektif dan optimal dalam melayani masyarakat,” tambahnya.

Dengan rencana ini, Basarnas Maluku berharap dapat mempercepat waktu respons dalam penanganan kecelakaan laut dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Maluku.(CN-02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *