
AMBON, cahaya-nusantara.com
Tahun ajaran baru 2025/2026 di SMA Negeri 4 Ambon diawali dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung secara berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Kegiatan ini dilaksanakan mulai Senin (14/7/2025) dan akan berlangsung selama lima hari, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan Nomor 10 Tahun 2025.
Kepala SMA Negeri 4 Ambon, Mezack Tentua, S.Th., M.Pd.K, kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/7/2025), menjelaskan bahwa MPLS tahun ini mengusung pendekatan “MPLS Ramah” yang menekankan prinsip inklusivitas, edukatif, partisipatif, fleksibel, efektif, dan efisien.
“Ada perbedaan besar tahun ini. MPLS kita sekarang lebih menekankan suasana yang ramah. Artinya, sekolah harus mampu menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan menggali potensi, minat, serta bakat siswa sejak awal,” jelas Tentua.
Kegiatan MPLS dibuka oleh kepala sekolah dan mendapatkan pendampingan serta pengawasan melekat dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku selama lima hari penuh.
Total peserta MPLS tahun ini sebanyak 396 siswa baru, sesuai daya tampung maksimal sekolah yaitu 11 rombongan belajar (rombel). Mereka diterima melalui empat jalur seleksi yaitu: zonasi/domisili, afirmasi, perpindahan orang tua, dan jalur prestasi.
“Proses seleksi berjalan ketat. Antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMA Negeri 4 sangat tinggi, tapi kita tetap mengacu pada petunjuk teknis penerimaan dan prinsip keadilan dalam zonasi,” ujar Tentua.
Libatkan Orang Tua di Hari Pertama MPLS
Menariknya, hal yang paling membedakan MPLS tahun ini dengan sebelumnya adalah keterlibatan aktif orang tua siswa di hari pertama.
“Kami kumpulkan semua orang tua di hari Sabtu untuk sosialisasi. Dan di hari pertama MPLS, seluruh orang tua wajib mengantar anak ke sekolah,” terang Tentua.
Langkah ini awalnya dinilai tidak biasa oleh sebagian orang tua, bahkan dianggap ‘tidak cocok’ untuk anak-anak yang sudah menginjak usia SMA. Namun menurut Tentua, keterlibatan orang tua di hari pertama sangat penting sebagai simbol dukungan dan motivasi kepada anak-anak yang baru memulai fase baru pendidikan.
“Anak-anak mungkin merasa malu diantar, tapi saat mereka sadar bahwa kehadiran orang tua adalah bentuk dukungan untuk masa depan mereka, itu menjadi nilai yang luar biasa,” tambahnya.
Saring Potensi Sejak Awal
Selain sebagai masa adaptasi, MPLS ini juga menjadi ajang pemetaan awal kemampuan dan potensi siswa. Selama lima hari, siswa akan dikenalkan pada lingkungan sekolah, nilai-nilai budaya sekolah, serta pelatihan dasar disiplin dan kepemimpinan.
Menurutnya, pihak sekolah berharap seluruh peserta MPLS dapat mengikuti kegiatan secara tuntas. Namun, pihaknya tetap akan mempertimbangkan kondisi siswa yang absen karena alasan tertentu.
“Kami berharap semua siswa bisa menyelesaikan MPLS ini, karena ini bukan sekadar formalitas, tapi fondasi penting untuk masa depan mereka selama tiga tahun di sini,” tegas Tentua.
Dengan pelaksanaan MPLS yang lebih terstruktur, inklusif, dan humanis, SMA Negeri 4 Ambon menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, bermartabat, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta prestasi siswa sejak hari pertama masuk sekolah.(CN-02)
