AMBON, cahaya-nusantara.com

Pemerintah Negeri Batu Merah menunjukkan komitmen nyata terhadap kebersihan lingkungan dengan menggelar kegiatan pembersihan sungai yang berada di belakang Kantor Negeri Batu Merah.

Hal ini disampaikan Raja Negeri Batu Merah Ali Hatala, kepada media ini usai mengikuti Wajar ke-22 di Ruang ULA kantor walikota Ambon,Jumat (7/11/2025)
Ali menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan pagi hari ini melibatkan aparat negeri dan masyarakat sekitar.

“Hari ini kami bersama masyarakat dan staf kantor negeri turun langsung membersihkan sampah di sungai belakang kantor. Sungai yang terletak di kawasan Batu Merah ini dekat Grand Avira hotel , dan sering menjadi tempat hinggap sampah yang hanyut dari hulu,” ujar Raja Ali.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. Ia mengingatkan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan berdampak langsung pada kebersihan laut dan lingkungan Kota Ambon.

“Kami selalu menghimbau masyarakat di tepian sungai agar tidak membuang sampah ke air. Karena kalau sudah hanyut, pasti sampai ke laut. Dampaknya besar. Jadi kami minta kesadaran masyarakat ,” tambahnya.

Ali juga menyinggung program kebersihan laut yang baru baru ini dilaksanakan bersama Camat Sirimau dan Pemerintah Kota Ambon. Ia menyebut, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Ambon agar seluruh wilayah turut menjaga kebersihan laut dan pesisir.

“Kami dari Negeri Batu Merah ikut turun langsung membersihkan laut bersama pak Camat dan masyarakat. Ini bentuk dukungan terhadap program Wali Kota dan wakil walikota Ambon ,agar Ambon tetap bersih dan indah,” jelasnya.

Terkait rencana pemberlakuan sanksi dan denda bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan, Raja Batu Merah menyatakan mendukung langkah Pemerintah Kota Ambon selama sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kalau ada aturan dari Walikota dan wakil walikota tentang sanksi, kami siap mendukung. Nanti kami akan lakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka tahu dan paham konsekuensinya,” tegasnya.

Selain pembersihan sungai dan laut, Pemerintah Negeri Batu Merah juga menyiapkan solusi praktis bagi para pedagang di kawasan pesisir. Hal ini dilakukan menyusul masih adanya keluhan pedagang yang merasa kesulitan membuang sampah ke tempat yang disediakan.

“Kami sudah siapkan gerobak sampah yang beroperasi dua kali sehari, pagi dan sore, dari ujung jembatan sampai Ongkoliong. Jadi pedagang bisa menaruh sampah di titik yang sudah ditentukan, nanti gerobak yang angkut,” ungkapnya.

Seraya menambahkan, pihaknya juga rutin melakukan sosialisasi kebersihan di aula kantor negeri dengan melibatkan para pedagang dan warga. Namun, ia menegaskan bahwa semua upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif dan kesadaran masyarakat sendiri.

“Kami sudah sering sosialisasi, tapi semua kembali pada kesadaran masyarakat. Kalau kesadaran itu tumbuh, saya yakin Batu Merah bisa menjadi contoh kebersihan bagi negeri-negeri lain,” tutup Raja Ali (CN-02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *